Berita Kampus

Berita KampusAgar Laku, Ini Dia Harga Ideal Mobil Listrik di Indonesia 

Industri otomotif global, dan juga Indonesia tengah bergerak menuju elektrifikasi. Berbagai pihak, baik itu produsen, produsen komponen, dan pemerintah tengah menyiapkan berbagai aspek untuk mendukung kehadiran mobil emisi rendah ini.

Selain infrastruktur, permasalahan untuk mobil listrik saat ini adalah harga jual. Dengan teknologi yang lebih canggih ketimbang mobil konvensional, harga mobil listrik sudah pasti bakal jauh lebih mahal.

“Kalau dari harga, semakin besar kapasitas baterai akan semakin mahal,” jelas Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, di Jakarta belum lama ini.

Lanjut Putu, untuk harga kendaraan saat ini jika dilihat dari komponennya, mobil konvensional 100 persen, hybrid 130 persen. “Nah, kalau plug-in hybrid 140 sampai 160 persen. Kalau murni baterai (mobil listrik) 180 sampai 200 persen,” tegasnya.

Dengan melihat harga tersebut, pemerintah memang menginginkan ada penyesuaian harga. Dengan adanya penyesuaian (insentif), dan harga mobil ramah lingkungan ini bisa lebih murah dibanding saat ini, bakal timbul keinginan masyarakat untuk mencoba mobil listrik.

“Nanti (insentif), itu masih dalam proses diskusi karena harmonisasi sedang jalan. Semua sedang kita tentukan, di mana kita mengaturnya agar semua bersifat adil, semua terdorong, tidak menyebabkan kontraksi penjualan, ekspor bagus, CO2 turun. Jadi, banyak indikator yang dipakai,” pungkasnya.

[ Baca Juga : ” Meski Cuma Seukuran Kecoak, Kemampuan Robot Mungil Ini Bikin Takjub ” ]

Syarat Harga Mobil Listrik Bisa Rp 100 Juta

Soal harga tentu tak terlepas dari regulasi kendaraan listrik. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menuturkan pihaknya masih mengkaji finalisasi fiskal yakni mini tax holiday dan super deductible tax bagi investor.

“Regulasi dan road map sudah diselesaikan, tinggal finalisasi fiskalnya di Kemeterian Keuangan,” dilansir Poker Online.

Terkait tax holiday atau pembebasan pajak, Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan bahwa aturan main seperti PPnBM dan pajak lainnya akan mempengaruhi harga kendaraan.

“Dari sisi perpajakan, seperti PPnBM, dari sisi luxury tax-nya, pajak dari PPH nya juga, mana yang mau ditempuh itu kan pembicaraan antara Kemenperin dan Kemenkeu. Sebagai contoh Prius ini kena PPnBM nya sebesar 14,06 persen, itu yang menyebabkan harganya cukup mahal,” papar Soerjo.

Tak menutup kemungkinan jika pemerintah nantinya mengadakan insentif, hal ini diharapkan bisa menekan harga.

“Harganya akan turun cukup signifikan, mungkin seperti Prius itu akan turun sekitar Rp 100 jutaan, dari harga sekarang itu sekitar Rp 700 jutaan,” ujarnya.