Berita Kampus

Berita BolaKeseleo Jangan Pijat, Akibatnya Bisa Fatal!

 

Pernahkah Anda merasa pegal karena terlalu lama bekerja? Ya, biasanya otot bagian pundak, leher, bahu dan lengan menjadi bagian tubuh yang paling rentan mengalami pegal-pegal. Tentunya, ketika pegal mulai mengancam, maka hari-hari Anda menjadi kurang menyenangkan.

Mood Anda seketika hilang, dan semangat bekerja pun akhirnya menurun. Alhasil, Anda akan menggunakan segala macam cara agar dapat segera pulih dari rasa pegal yang menghantui. Salah satunya adalah dengan dipijat.

Namun, permasalahannya adalah, apakah pijat bisa menghilangkan rasa pegal yang mendera seseorang? Menjawab hal tersebut, Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), mengatakan pijatan bisa saja mengurangi rasa pegal dan kekauan pada otot penderitanya.

“Kekauan otot di pundak menyebabkan otot menjadi kecil sehingga menimbulkan rasa sakit. Sebenarnya hal ini bisa ditangani dengan pijat yang benar. Pijat yang benar adalah tidak terlalu keras supaya menghindari cedera pada otot,” terang dr. Manfaluthy, saat ditemui Situs Judi Bola, Rabu (27/3/2019).

 

Baca Juga :

Teknologi Periskop, Babak Perang Baru Kamera Ponsel

Tentunya pijatan tersebut dapat merelaksasi otot dan memperlancar sirkulasi darah sehingga terasa nyaman. Pegalnya bagian tubuh manusia, disebabkan karena adanya asam laktat. dr. Manfaluthy, menegaskan pijatan tidak dianjurkan pada seseorang yang mengalami keseleo.

“Kalau keseleo jangan dipijat, karena dapat merusak jaringan otot dan tambah rusak ototnya. Selain itu membunyikan leher juga tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan pengapuran, dan keluarnya saraf dari ruas tulang yang memicu terjadinya saraf kejepit,” lanjutnya.

Terlalu banyak duduk dan bekerja juga bisa menyebabkan kesemutan. Menurut dr. Manfaluthy, kesemutan adalah gejala neuropati ringan. Kesemutan terbentuk karena masalah pada sistem saraf.

“Kesemutan ini adalah gejala neuropati ringan. Yg bisa bikin sensasi kesemutan hanya karena sistem saraf. Hal ini bisa dipicu karena menekuk pada waktu lama karena saraf tidak mendapat nutrisi dari pembuluh darah sehingga mengalami kerusakan awal. Kesemutan adalah signal sekaligus alarm bagi tubuh manusia,” tutupnya.