Berita Kampus

Berita Kampus5 Tanda Tubuh Butuh ‘Detoks’ Gula

 

Makanan dan minuman manis memang menggoda. Sayangnya, rasa manis pada makanan dan minuman tak selalu berakhir manis bagi kesehatan. Belum lama ini, larangan iklan minuman manis diterapkan di Singapura. Larangan tersebut diterapkan karena warga Negeri Singa terancam risiko diabetes akibat terlalu banyak minuman manis.

Sejumlah penelitian kerap menyebut, konsumsi gula di atas batas wajar meningkatkan seseorang terkenal risiko diabetes tipe 2. Tak berhenti di situ, diabetes juga memiliki komplikasi lain, seperti serangan jantung dan stroke.

Tak perlu menunggu hingga tanda-tanda diabetes muncul. Sebenarnya tubuh memiliki sinyal bila asupan gula sudah melebihi batas wajar. Berikut 5 sinyal tubuh yang menandakan bahwa Anda perlu mengurangi jumlah asupan gula, mengutip Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET.

1. Tak semanis dulu

Merasa kalau minuman manis kemasan rasanya menjadi sedikit hambar? Itu bisa menjadi tanda kalau tubuh sudah kebanyakan asupan gula. Kelebihan gula atau terlalu banyak asupan manis dapat mengembangkan intoleransi terhadap gula. Sehingga, dibutuhkan lebih banyak gula untuk memuaskan rasa manis yang diinginkan. Maka, detoks gula diperlukan untuk ‘mengobati’ intoleransi gula.

2. Tidak semangat

Meski benar bahwa gula akan terurai menjadi karbohidrat yang memasok energi ke tubuh, sayangnya kadar gula yang stabil tak bisa bertahan lama. Kadar gula yang tak terkendali justru bisa memicu penurunan tingkat energi, yang akhirnya membuat Anda merasa lelah, mengantuk, dan sedikit lamban dalam beraktivitas. Jadi, bila Anda kerap merasa kurang bersemangat tanpa sebab, kemungkinan Anda perlu melakukan detoks gula.

 

Baca Juga :

Bayi dengan Berat Badan Rendah Berisiko Alami Masalah Jantung

 

3. Berat badan meningkat drastis

Rutin konsumsi minuman manis dapat menyebabkan peningkatan berat badan 2-3 kilogram dalam sebulan. Pasalnya, gula sangat mudah dicerna dan disimpan sebagai lemak bila tidak digunakan sebagai energi. Selain itu, gula tidak menyumbangkan nutrisi apapun ke tubuh, seperti protein atau serat. Sehingga gula benar-benar hanya mengandung kalori yang akan disimpan sebagai lemak.

4. Cepat lapar

Gula tidak memberikan nutrisi yang baik layaknya protein atau serat, sehingga tidak memiliki dampak positif pada pencernaan. Itu sebabnya, walau sudah makan dua potong donat gula, sekitar satu jam ke depan Anda bisa saja merasa lapar kembali seperti belum makan apa-apa.

5. Sulit fokus

Terlalu banyak konsumsi gula dapat membuat kadar gula dalam darah meningkat yang telah dikaitkan dengan kesulitan untuk fokus sementara. Jadi, bila Anda akan menjalani rapat penting atau terlibat dalam sebuah pengambilan keputusan, baiknya kurangi konsumsi gula dari makanan olahan dan minuman manis. Ganti asupan gula dari sumber yang lebih sehat seperti buah-buahan.

Cara detoks gula

Walau sejatinya gula tak bisa dikeluarkan tubuh seperti halnya racun pada saat detoks, namun detoks gula bertujuan untuk mengendalikan konsumsi gula dan mengurangi kadarnya dalam darah.

Detoks gula dapat dilakukan selama 10 hari dengan cara tidak mengonsumsi semua minuman manis atau makanan olahan yang mengandung gula seperti donat, permen cokelat, serta biskuit.. Lakukan dehidrasi tubuh dengan hanya mengonsumsi air putih dan penuhi kebutuhan gula dari sumber yang sehat seperti buah.

Untuk memuaskan keinginan minuman minuman manis, Anda bisa mendapatkannya lewat air dingin yang beraroma, seperti campuran perasan lemon. Sedangkan untuk menggantikan energi dari gula, konsumsi lebih banyak protein, seperti 2 porsi daging ayam dalam sehari. Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET