Berita Kampus

Berita KampusAdu Tangguh Mobil Listrik, Merek Pabrikan Korea Juaranya

Situs automotif ternama di Inggris, What Car?, melakukan serangkaian pengujian terhadap 12 mobil listrik yang sudah dipasarkan di kawasan Britania Raya pada awal Oktober lalu.

Tes dilakukan untuk menguji klaim jarak tempuh yang diberikan oleh masing-masing pabrikan keduabelas mobil listrik tersebut. Jarak tempuh merupakan syarat mutlak bagi setiap pabrikan setiap kali merilis produk mobil listrik mereka kepasar, dilansir Poker Online.

Selain menandakan kemampuan mobil listrik,publikasi klaim jarak tempuh sekaligus menjadi pernyataan bahwa kendaraan tersebut telah diuji kelayakannya. Setelah melakukan pengujian, What Car? Mengungkapkan bahwa mobil listrik yang berhasil mencapai jarak terjauh adalah Hyundai Kona EV.

Berita Kampus

Mobil listrik crossoverdari Korea Selatan itu mampu mencapai jarak 416 kilometer sekali jalan dimulai dari kondisi baterai terisi penuh. Mobil buatan Inggris, Jaguar I-Pace dan saudara kandung Hyundai Kona EV, KIA e- Niro, sama-sama berada di posisi kedua dengan jarak tempuh 407 kilometer.

Dari pengujian tersebut, What Car?juga menyimpulkan bahwa jarak tempuh yang dicapai oleh semua mobil listrik ternyata tidak ada yang menyamai klaim dari pabrikan. Hyundai Kona EV yang mampu mencapai jarak 416 kilometer, misalnya. Angka tersebut sebenarnya jauh di bawah klaim pabrikan Hyundai di situs mereka yakni 482 km.

Padahal klaim jarak tempuh itu telah disahkan berdasarkan standar Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP). Jarak tempuh Hyundai Kona EV versi New Europe Driving Cycle (NEDC) bahkan jauh lebih lama yaitu 546 ki lo meter. Hal yang sama terjadi pada SUV Jaguar I-Pace.

Setelah diuji oleh What Car?, mobil listrik ini hanya mampu menempuh jarak 407 kilometer dimulai dari kondisi baterai terisi penuh hingga habis. Dalam situs resmi Jaguar Land Rover, Jaguar I-Pace mampu mencapai 470 kilometer berdasarkan stan dar WLTP.

Steve Huntingford, editor situs What Car? Mengatakan, pengujian ini dilakukan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada para calon konsumen mobil listrik. Saat ini menurutnya banyak calon konsumen mobil listrik masih dibayangi kekhawatiran terkait persoalan jarak tempuh.

Berita Kampus

“Mereka takut mobil akan berhenti di tengah jalan karena kehabisan baterai. Belum lagi sarana dan infrastruktur yang belum begitu merata di berbagai tempat. Dari tes ini, kita dapat memberikan gambaran jarak tempuh sebenarnya sebagai referensi konsumen,” tulis Huntingford di situs What Car?.

Dia melanjutkan, selisih jarak tempuh antara klaim pabrikan dan pengujian What Car? memang bisa diper debatkan. Namun Huntingford memastikan bahwa pihaknya objektif dan berupaya melakukan pengujian dengan kondisi ideal. What Car? tidak melakukan tes di jalanan umum tapi di sebuah trek khusus agar proses ber jalan adil terhadap semua mobil.

[ Baca Juga Berita Kampus : ” Hasil Pertandingan PSM Kontra Persija di Ajang Liga 1 2018 ” ]

Trek khusus diset sedemikian rupa agar menyerupai medan jalanan gabungan Antara situasi jalan di perkotaan, di luar perkotaan dan jalan bebas hambatan. Gaya berkendara penguji juga dilakukan senormal mung kin seperti orang kebanyakan. Begitu juga kondisi mobil listrik yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan harian.

Salah satu contoh adalah suhu mobil pada posisi 22 derajat. Seluruh fitur seperti lampu mobil juga diaktifkan seperti berkendara biasa. “Sebelum diuji, baterai mobil dari pabrikan kami habiskan dulu. Setelahnya diisi ulang melalui smart charging yang sama bagi seluruh mobil dengan pengukur yang tepat,” jelas Huntingford.

Berita Kampus

Meski seluruh mobil yang diuji tidak ada yang mencapai klaim jarak tempuh pabrikan, What Car? menyatakan bahwa setiap pabrikan memang selalu menyatakan jarak tempuh yang mereka berikan adalah dalam kondisi ideal.

Perwakilan Jaguar Land Rover mengatakan bahwa dalam kondisi sebenarnya Jaguar I-Pace diperkirakan mampu men capai jarak 403 kilometer di banding jarak klaim yang mencapai 470 kilometer per jam. “Simpangan antara klaim dan pengujian juga tidak terlalu besar. Rata-rata perbedaannya hanya 33 kilometer hingga 80 kilometer,” jelas Huntingford.

Bagaimana perkembangan penggunaan mobil listrik di Indonesia? Populasi mobil listrik di sini masih sangat minim lantaran harga yang relatif masih sangat tinggi. Maklum, teknologi yang ditanam dalam mobil listrik juga mahal.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berupaya mengakselerasi perluasan pengunaan mobil listrik antara lain melalui regulasi menyangkut insentif tarif dan non tarif untuk kendaraan listrik. Misalnya, memperbanyak stasiun pengisian, potongan biaya masuk dan pajak, mobil listrik tidak akan terikat aturan ganjil-genap, dapat diskon tarif tol dan memperoleh kemudahan untuk mendapatkan area parkir di pusat perbelanjaan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto baru-baru ini mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan, 20% penjualan kendaraan pada 2025 disumbang dari mobil listrik. “Mobil listrik ha rus dijual murah supaya para pengguna mobil konvensional mau beralih,” ujar Airlangga.

Berita Kampus

Menyambut era mobil listrik yang ramah lingkungan, sejumlah pihak di dalam negeri satu dekade terakhir telah berupaya membuat prototipe mobil listrik. Beberapa prototipe mobil listrik karya anak negeri di antaranya Tuxuci karya Danet Surayatama pada 2012 yang mampu menempuh jarak 321 km dari kondisi baterai terisi penuh hingga habis.

Mobil lainnya adalah Gendhis. MPV kreasi Ricky Elson yang dipublikasikan pa da 2013. Di tahun yang sama, Ricky juga mempublikasikan mobil listrik jenis sedan sport bernama Selo yang mampu menempuh jarak 250 km dari ba terai terisi penuh hingga habis.

Prototipe mobil-mobil listrik lainnya diperkenalkan oleh Dasep Ahmadi yang merilis merek Ahmadi pada 2013 (jarak tempuh 135 km). Merek Ahmadi kemudian dikembangkan menjadi mereka Evina yang mendapat dukungan dari PT PLN.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tak mau ketinggalan. Institusi ini membuat prototipe mobil listrik bernama Hevina (2013) dengan jarak tempuh 130 km. Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berbagai kampus teknik lain di Indonesia pun terus mengembangkan prototipe mobil listrik berbagai jenis sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.