Antivirus

Berita KampusAntivirus Populer di Browser Bertingkah Mencurigakan

 

Antivirus perusahaan keamanan siber seperti Avast dan AVG dikenal sebagai pembuat aplikasi dan layanan. Namun baru-baru ini mereka mendapat tudingan tak sedap terkait ekstensi browser yang mereka buat.

Ekstensi browser yang dimaksud antara lain adalah Avast Online Security, AVG Online Security, Avast SafePrice, dan AVG SafePrice. Ekstensi tersebut punya fungsi yang berbeda-beda, seperti memperingatkan pengguna ketika mengunjungi situs yang mencurigakan ataupun didesain untuk mengamankan kegiatan belanja online yang dilakukan oleh pengguna.

Sebagai informasi, ekstensi adalah aplikasi tambahan yang dipasang di browser untuk menambahkan fitur pada browser seperti Firefox, Chrome, Opera, dan lainnya. Dan Avast sejak 2016 sudah resmi mengakuisisi AVG senilai USD 1,3 miliar.

Namun Wladimir Palant, lewat postingan blognya, menemukan adanya hal mencurigakan dari ekstensi tersebut. Yaitu jumlah data yang dikumpulkan oleh ekstensi tersebut sangatlah banyak, jauh lebih banyak dari jumlah data yang diperlukan ataupun lazim dikumpulkan oleh software keamanan siber.

 

Baca Juga :

Trio iPhone 11 Resmi Dijual di iBox Hari Ini

 

Palant pun kemudian melaporkan temuannya ini ke para pembuat browser, seperti Mozilla, Google, dan Opera. Laporan Palant ini pun langsung ditindaklanjuti oleh si pembuat, seperti yang dilakukan Mozilla yang langsung menonaktifkan ekstensi tersebut dan sudah menghubungi Avast.

Sementara Opera mengaku mereka akan segera menghapus ekstensi tersebut dari daftar ekstensi yang tersedia untuk Opera, demikian dikutip Kampusbet, Senin (9/12/2019).

Hanya Google yang sampai saat ini belum merespon laporan tersebut, dan ekstensi yang dimaksud masih tersedia untuk Chrome.

Perlu diingat, temuan Pallant ini tak menyatakan kalau ekstensi tersebut tak berfungsi sebagaimana mestinya. Ekstensi tersebut tetap berfungsi sesuai dengan apa yang diiklankan, namun di balik itu, mereka mengumpulkan data yang sangat banyak. Hal ini mungkin membuat sejumlah pengguna tak nyaman, karena banyak datanya yang dikumpulkan oleh perusahaan seperti Avast. Kampusbet