Berita Kampus

Berita KampusApple Luncurkan Kartu Kredit

 

Apple menawarkan kartu kredit miliknya, Apple Card. Kartu kredit ini bukan kartu visual, sebab pengguna tetap diberikan kartu fisik yang akan diisi emblem nama pengguna seperti kartu kredit pada umumnya.

Bedanya, kartu kredit ini tidak menyertakan nomor CCV, tanggal kadaluarsa dan tanda tangan pengguna. Alih-alih data-data itu bisa ditemukan di aplikasi dompet digital Apple Pay pengguna. Apple Card baru akan hadir untuk pengguna di Amerika Serikat pada musim panas tahun ini.

Apple menawarkan transparansi yang lebih baik dengan kartu kredit ini. Sebab, semua transaksi bisa langsung diawasi dari aplikasi tersebut. Selain itu, Apple juga menjanjikan tidak ada biaya-biaya tambahan seperti biasa diterapkan pada kartu kredit. Biaya bunga hanya diberikan jika penggunaan kartu kredit kurang dari batas tertentu. Hal ini pun bisa dilihat pada aplikasi Apple Pay.

“Apple Card didesain untuk membantu pengguna agar memiliki kehidupan finansial yang lebih sehat […] Kami juga bersifat transparan dan membantu mereka memahami harga yang perlu dibayarkan bila mereka akan mencicil, serta bantuan dalam membayar saldo,” kata Jennifer Bailey, wakil president untuk Apple Pay, dilansir dari rilis blog resmi Apple, Senin (25/3).

Nantinya, kartu yang terhubung dengan aplikasi ponsel ini akan dapat langsung digunakan ketika pengguna mendaftarkan akun untuk Apple Card yang dapat ditemukan di aplikasi Apple Pay.

Seluruh transaksi kartu serta informasi sisa saldo akan langsung dikirimkan ke aplikasi ponsel, dengan pelayanan pelanggan yang tersedia setiap saat. Apple Card juga menggunakan algoritma pembelajaran mesin, serta posisi di Apple Map, untuk merinci nama toko, lokasi, serta transaksi. Setiap pembelian secara otomatis dikategorikan melalui kode warna, untuk membantu pengguna memahami total pengeluaran mingguan, ataupun bulanan.

Berita Kampus

Baca Juga :

Samsung Paparkan Alasan Berhenti Produksi Galaxy J

Apple juga menghadirkan hadiah bagi pengguna-pengguna Apple Pay serta Apple Credit, dengan nama Daily Cash. Nantinya, setiap pembeli akan mendapatkan kembali beberapa persen biaya dari transaksi menggunakan Apple Card. Cashback ini akan dapat langsung digunakan, maupun dikirim ke teman atau keluarga melalui layanan Message.

Pengguna Apple Cash akan mendapatkan 2 persen Daily Cash, setiap melakukan transaksi, dan 3 persen, bila bertransaksi di gerai Apple, seperti Apple Stores, atau Apple Services.

Apple Card tidak memiliki biaya administrasi kartu, akhir masa aktif, serta denda terlambat bayar. Apple menghadirkan berbagai pilihan pembayaran, dan menghitung bunga berdasarkan pilihan yang ditentukan pengguna.

Agar pengguna dapat membayar lebih murah, Apple Card akan menawarkan pembayaran lebih setiap bulan, serta fleksibilitas untuk menjadwalkan pembayaran rutin. Tujuan Apple Card adalah menyediakan bunga yang paling rendah dari merek lain, serta tidak mendenda pengguna yang terlambat membayar kredit.

Untuk keamanan privasi, seluruh nomor kartu disimpan melalui perangkat Iphone. Selain itu setiap transaksi, pengguna akan diminta otorisasi melalui Face ID, Touch ID, serta kode keamanan sekali pakai. Apple juga tidak akan mengetahui apa yang pengguna beli menggunakan kartu kredit ini.

Untuk mewujudkan produk ini, Apple bekerja sama dengan Goldman Sachs, dan Mastercard. Melalui kerjasama dengan Mastercard, memberikan Apple Card kemampuan untuk melakukan transaksi di seluruh merchant yang ada di dunia. Sementara Goldman Sachs yang mengelola data kartu kredit ini meyakinkan bahwa mereka tidak menjual data pengguna untuk kebutuhan iklan.

Apple juga menyebut kalau Apple Card dibuat setelah melihat kesuksesan Apple Pay yang diterima banyak pedagang dan kini tersedia di 40 negara di dunia.

“Apple Card dibangun oleh kesuksesan besar Apple Pay, serta membawakan kemungkinan yang hanya bisa dibawakan oleh perangkat iPhone,”

Dilansir dariĀ Agen Bola Online CEO Apple, Tim Cook, mengklaim bahwa Apple Pay akan mencapai 10 miliar transaksi tahun ini, dan pada akhir tahun, Apple Pay akan tersedia untuk 40 negara. Di Amerika Serikat, 70 persen bisnis retail menerima Apple Pay, dan akan terus bertumbuh. Sementara di Australia, hampir 99 persan menerima keberadaan Apple Pay. – KAMPUSBET