BErita Kampus

Berita KampusAtasi Masalah Perut Buncit dengan Hal Ini, Mulai dari Sekarang!

Masalah perut buncit bukan hanya soal penampilan yang bisa membuat perempuan tak percaya diri tapi juga meningkatkan risiko demensia, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, menghilangkan perut buncit harus jadi target Anda untuk mendukung hidup sehat.

Anda dapat mengecek kelebihan lemak perut dengan mengukur lingkar pinggar dengan pita pengukur sederhana.

Patokan ukuran lingkar pinggang yang sehat pada perempuan, yaitu lebih kecil dari 88 cm sedangkan pria lebih kecil dari 102 cm. Jika ukuran lingkar pinggang Anda lebih dari angka tersebut, Anda berarti memiliki perut buncit atau obesitas sentral, dilansir Agen Bola Terpercaya.

Jangan khawatir, untuk mengecilkan perut buncit, ada dua kunci penting yang harus Anda jalankan dilansir Hello Sehat.

[ Baca Juga Berita Kampus : ” Ranveer Singh dan Deepika Padukone Ungkap Tanggal Pernikahan ” ]

1. Atur kembali pilihan makanan dan porsinya

Protein adalah jenis nutrisi penting untuk mengurangi lemak perut. Selain itu, protein dan serat juga membuat perut kenyang lebih lama sehingga Anda akan menghindari ngemil. Anda bisa menikmati sayur, buah, telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan.

2. Jangan gunakan tambahan pemanis pada makanan dan minuman

Jangan banyak konsumsi makanan atau minuman yan menggunakan tambahan pemanis. Kelebihan gula bisa menambah asupan kalori dan meningkatkan penumpukan lemak di hati dan juga perut. Jadi, batasi makanan yang mengandung kalori untuk mengurangi kelebihan lemak.

3. Rutin olahraga

Mengatur pola makan dan olahraga merupakan satu paket harus Anda jalani jika ingin mengecilkan perut buncit secara maksimal. Studi menunjukkan bahwa latihan aerobik, seperti jalan santai, jalan cepat, berlari, berenang, dan sejenisnya terbukti menurunkan kelebihan lemak pada perut.

Selain itu, olahraga juga membantu menurunkan kadar gula darah dan memperbaiki metabolisme dalam tubuh dan mengatasi masalah perut buncit yang bisa meningkatkan risiko demensia, penyakit jantung dan diabetes tipe 2.