Berita Kampus

Berita KampusBos Mitsubishi Jawab Kolaborasi Xpander-Livina Disebut Dilema

 

PT Toyota-Astra Motor (TAM) menyoroti aliansi Mitsubishi-Nissan di Tanah Air sejak kehadiran Livina model terbaru pada akhir Februari 2019.

Executive General Manager Toyota Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan kolaborasi antara Mitsubishi dan Nissan yang menghasilkan Xpander dan Livina bakal ‘membingungkan’.

“Tapi saya bilang mereka akan mengalami dilema pada saat melakukan kolaborasi antara Mitsubishi dan Nissan,” kata Soerjopranoto pada¬†Agen Judi Bola SBOBET saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (13/3).

Menurut pria karib disapa Soerjo itu, kolaborasi antara kedua merek Jepang bak ‘mengekor’ strategi Toyota dan Daihatsu dalam hal membuat produk kendaraan ‘kembar’, yakni Avanza dan Xenia. Namun dijelaskan Soerjo langkah Mitsubishi dan Nissan dianggap belum ‘matang’ soal memproduksi kendaraan di sama depan.

Berbeda dengan Toyota-Daihatsu, Soerjo melanjutkan bahwa sejak awal Toyota dan Daihatsu telah membuat strategi yang jelas [sebelum Avanza muncul perdana pada 2003], baik dalam hal pemasaran atau bicara urusan dapur produksi.

“Nah di kelasnya Xpander dan Livina bagi tugasnya gimana. Kolaborasi itu jadi menarik. Kita lihat hasilnya bagimana. Kalau Avanza kolaborasi sudah lama. Apakah Livina mengganggu Xpander perlu diamati. Kalau lihat dari posisi inden. Mitsubishi mereka mengatakan inden terus kemudian Livina dengan modelnya yang baru cukup baik di masyarakat. Kemungkinan orang pindah ke Livina,” ujar Soerjo.

Baca Juga :

Renault, Nissan, Mitsubishi Bentuk ‘Aliansi’ Baru

Tanggapan Mitsubishi Indonesia

Ditemui di tempat terpisah, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura mencoba menjelaskan strategi Mitsubishi dan Nissan di Indonesia, mulai dari perakitan, hingga berbagi platform kendaraan.

Seperti diketahui, Nissan Livina generasi kedua, yaitu redbage Mitsubishi Xpander di kelas low MPV.

Nakamura membantah akan terjadi ‘kisruh’ antara kedua perusahaan aliansi tersebut, namun sebaliknya Mitsubishi dan Nissan akan bersinergi dengan baik di global termasuk pasar otomotif Indonesia.

Saat ini kapasitas produksi pabrik PT MMKSI di Cikarang mencapai 150 ribu sampai 160 ribu unit. Kapasitasnya akan bertambah menjadi 220.000 unit pada tahun fiskal 2020.

Dari total 220.000 unit tersebut, Xpander menyumbang produksi sebanyak 160.000 unit. Dari sini, sebanyak 110.000 unit untuk pasar domestik dan sisanya untuk memenuhi pasar ekspor. Sedangkan untuk produksi unit Livina model baru, Nakamura menyakini jumlah produksi Xpander akan melebihi kapasitas produksi Livina.

“Kalau untuk komposisi yang pertama pasti Xpander harus lebih dari 50 persen dari 150 ribu unit. Juga ini termasuk rencana MMKSI ekspor Xpander,” ucap Nakamura.

Nakamura berharap Livina akan sukses di Indonesia. Peningkatan penjualan Livina praktis akan menguntungkan pihak Mitsubishi atas biaya produksi Livina baru yang harus dibayar pihak Nissan.

“Yang pasti karena Nissan menumpang produksi di kami, kami berharap semoga sukses selalu untuk Nissan Livina,” tutup Nakamura. – KAMPUSBET