Berita Kampus

Berita KampusBukan di Eropa, Inilah Negara yang Orangnya Tinggi-tinggi

 

Kalau selama ini kita menganggap hanya orang Eropa yang berbadan tinggi, coba tengok orang Dinka di Sudan Selatan. Tingginya rata-rata bisa 1,8 meter.

Benua Afrika memang unik, di benua ini kamu bisa menemukan orang terpendek dan tertinggi di dunia. Suku atau orang Dinka yang merupakan keturunan dari etnis Nilotic dinilai sebagai yang tertinggi dibandingkan keturunan lainnya. Salah satu orang Dinka tertinggi adalah pemain basket NBA, Manute Bol yang tinggi badannya mencapai 2,3 meter.

Orang-orang Dinka ini umumnya bermukim di negara Sudan Selatan. Berdasarkan data dari Kampus Bet Agen Judi Bola, sebanyak 35,8 persen penduduk Sudan Selatan adalah orang Dinka. Sudan Selatan sendiri adalah negara yang baru merdeka pada 9 Juli 2011 lalu. Lokasi Sudan Selatan ini dikelilingi berbagai negara seperti Sudan, Ethiopia, Kenya, Uganda, Kongo, dan Afrika Tengah. Akibatnya, negara ini tidak punya laut.

Orang-orang Dinka di Sudan Selatan tak cuma punya badan tinggi. Badan mereka juga ramping namun kuat. Berdasarkan riset yang dilakukan Bainbridge pada 1953-1954, rata-rata tinggi orang Dinka Agaar mencapai 182,6 cm sementara Dinka Ruweng mencapai 181,3 cm.

Orang-orang Dinka juga dinobatkan sebagai komunitas dengan badan tertinggi di dunia pada 1976, berdasarkan studi yang dilakukan Eveleth dan Tanner dari Cambridge University.

 

Baca Juga :

Durasi Tidur Ideal agar Jantung Tetap Sehat

 

Sayangnya, konflik berkepanjangan menyebabkan penurunan tinggi badan orang Dinka. Masyarakat Sudan Selatan telah puluhan tahun bertahan dalam kondisi perang saudara dengan Sudan yaitu pada periode 1955-1972 kemudian perang kedua pecah pada 1983-2005.

Berdasarkan laporan Anthropometric Measurements of the Nilotic Tribes in a Refugee Camp pada 1995, rata-rata tinggi badan hanya mencapai 176,4 cm. Hal ini disebabkan kurangnya nutrisi yang diterima masyarakat selama perang terjadi.

Selain punya keunikan berbadan jangkung, orang Dinka punya kebiasaan unik tidak makan di siang hari. Mereka akan berkumpul bersama keluarga pada sore hingga malam hari dan di sanalah mereka menikmati beragam makanan seperti ayam, sayur, dan buah.

Mereka tidak makan hasil ternak seperti daging sapi karena sapi lebih berharga untuk dijual atau dijadikan mas kawin. Sebagai info, kalau kamu ingin melamar perempuan Sudan, kamu harus membawakan 300 ekor sapi untuk keluarga si perempuan.

Kini usai merdeka, orang-orang Dinka dan penduduk Sudan Selatan lainnya masih berjuang untuk sejahtera. Sejak 2013, terjadi konflik perebutan kekuasaan antara presiden Salva Kiir Mayardit dan wakilnya, Riek Machar. Kondisi ini menyebabkan banyak penduduk Sudan Selatan mengungsi. Berdasarkan laporan Independent, sebanyak 3 juta dari 12 juta penduduk Sudan Selatan mengungsi ke sejumlah negara seperti Uganda, Kenya, bahkan Sudan.

Sementara itu, PBB pada Februari 2017 lalu juga mengumumkan bencana kelaparan di beberapa negara bagian Sudan Selatan. Laporan PBB menyebutkan 4,9 juta atau 40 persen penduduk Sudan Selatan harus segera mendapatkan bantuan seperti makanan dan nutrisi.   Kampus Bet Agen Judi Bola