Berita Kampus

Berita KampusDianggap Memicu Stres pada Pengguna, Instagram Bakal Sembunyikan Fitur ‘Like’

 

Media sosial merupakan hal yang sangat penting pada jaman sekarang, yaitu untuk berkomunikasi dengan banyak orang di luar sana. Salah satu media sosial yang sedang digandrungi oleh masyarakat terutama remaja adalah Instagram. Media sosial Instagram ini sedang sangat di gandrungi karena kita dapat memposting gambar apapun yang kita sukai.

Namun ternyata terdapat sisi negatif dari kita bermain media sosial Instagram, ini di sebabkan oleh fitur ‘like’, dimana fitur ini digunakan pengguna Instagram untuk menyukai postingan seseorang, apabila ada yang memposting gambar.

Platform berbagi gambar, populer di kalangan remaja ini telah dituduh memicu cyber-bullying dan memungkinkan komunitas pengguna Instagram tersebut dapat melukai dirinya sendiri. Ini disebabkan oleh fitur like yang terdap dalam Instagram.

Fitur like tersebut membuat tekanan terhadap terhadap remaja yang memposting gambarnya. Walaupun banyak yang memposting gambar setiap harinya, pasti mereka akan menghapus sebagian gambar yang telah diunggah, karena mereka hanya mendapat ‘like’ yang sedikit dari postingan tersebut. Insiden ini membuat pihak Instagram membuat suatu keputusan untuk menguji coba menghapus fitur ‘like’ yang sedang menjadi perdebatan di masyarakat ini.

Kemarin pihak dari Instagaram, yang juga dimiliki oleh Facebook ini, mengumumkan sedang menguji coba pada semua wilayah di Kanada untuk menyembunyikan fitur ‘like’ yang akan memperlihatkan jumlah orang yang menyukai foto yang ada di bawah gambar.

 

Baca juga :

6 Zodiak Ini Selalu Siap untuk Menjadi Sukarelawan dan Membantu Orang Lain!

 

Langkah itu diambil setelah terjadinya bunuh diri seorang remaja asal Inggris Molly Russell (14). Keluarganya mengatakan Molly telah terpaku pada gambar-gambar tentang menyakiti diri sendiri, sehingga dia juga mencelakai dirinya. Setelah kasus tersebut, Sekretaris Kesehatan Matt Hancock mengancam akan melarang situs media sosial yang gagal ‘membersihkan’ posting yang mempromosikan pelecehan diri dan bunuh diri.

Dalam pengujian, pengikut tidak akan melihat jumlah ‘like’ pada foto, atau jumlah penonton di video, di Instagram mereka atau ketika mengunjungi profil pengguna. Pemilik akun masih akan dapat mengakses jumlah suka atau jumlah penghitungan milik merka sendiri untuk pos tersebut.

 

Pada konferensi tahunan F8 web terbesar, di San Jose, California, kepala Instagram Adam Mosseri mengatakan pada Situs Judi Bola: “Kami ingin menjadikan Instagram merupakan lingkungan yang dapat mengurangi tekanan terhadap pengguna.”

“Kami ingin orang-orang memiliki hanya sedikit kekhawatiran tentang berapa banyak ‘like’ yang mereka dapatkan di Instagram dan menghabiskan lebih banyak waktu berinteraksi dengan orang-orang yang mereka sayangi,” jelasnya.

Dia juga mengatakan akan menyembunyikan jumlah yang melihat di Instagram ‘Stories’ pengguna, yaitu salah satu fitur Instagram paling populer. Foto dan video sesaat yang disiarkan ke pengikut pengguna atau grup tertentu memungkinkan pengguna tidak dapat melihat jumlah berapa banyak yang melihat ‘Stories’ tersebut. – KAMPUSBET