Berita Kampus

Berita KampusGugur di 16 Besar, Praveen/Melati Akui Tak Bisa Keluar dari Tekanan

 

Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktaviani, mendera kekalahan kala menghadapi pasangan Belanda, Robin Tabeling/Selena Piek, di babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Praveen/Melati kalah dalam pertandingan tiga gim dengan skor 13-21, 23-21, 8-21.

Menanggapi kekalahan tersebut, Melati tidak memungkiri kalau ia bersama dengan Praveen tak bisa keluar dari tekanan yang diberikan oleh Tabeling/Piek. Terlebih lagi, pada gim ketiga mereka sempat tertinggal jauh 3-11 dari lawannya.

Selain itu, Praveen pun menilai kalau Tabeling/Piek bermain disiplin dan sangat rapat. Hal itu menyulitkan Praveen/Melati untuk membongkar pertahanan pasangan Belanda tersebut. Tak ayal, Praveen/Melati pun kesusahan dalam mendulang poin.

 

Baca Juga :

Messi Bikin Ronaldo Jadi Lebih Bagus

 

“Keunggulannya mereka itu rapat. Kalau dibilang bahaya banget juga tidak. Tapi rapat dan ulet,” terang Praveen, seperti dilansir dari Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET, Jumat (23/8/2019).

“Tadi sih saya gim pertama mainnya belum dapet banget. Pas gim kedua sudah dapet cara mainnya. Cuma di gim ketiga kami kalah start. Dari 0-0 sampe 3-11 itu sudah kejauhan banget. Dari situ pas pindah tempat, sudah tidak bisa keluar dari tekanan lagi. Kami jadi balik seperti gim pertama, tidak ketemu lagi mainnya,” ujar Melati.

Dengan gugurnya Praveen/Melati, maka Indonesia dipastikan tak memiliki satu pun wakil ganda campuran di babak perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019. Karena sebelumnya, Hafiz Faizal/Gloria Emanuele Widjaja dikalahkan oleh unggulan pertama Zheng Siwei/Huang Yaqiong dengan skor 17-21, 12-21. Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET