Berita Kampus

Berita KampusIndonesia Ingin Membangun Industri Mobil Listrik Sendiri

 

Pemerintah yang telah menerbitkan Perpres terkait kendaraan listrik, berambisi ingin membangun industri mobil listrik sendiri di Indonesia. Rencana tersebut dikemukakan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya di DPR beberapa waktu lalu.

Langkah yang akan diproyeksikan pemerintah ini, jelas akan mendorong perpres yang telah diterbitkannya dalam membangun pencapaian hadirnya kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Rencana pemerintah tersebut tentu akan membuka ruang bagi hadirnya mobil listrik yang populasinya ditargetkan mencapai 20 persen pada 2025 mendatang.

Terkait rencana tersebut, Indonesia sendiri telah melakukan penjajakan terkait investasi asing dalam pengembangan industri mobil listrik dimana sumber daya alam kobalt sebagai material pembuatan baterai sudah berjalan di kawasan Morowali. Selain itu beberapa industri otomotif besar dari Korea akan membangun pabrik mobil listrik di tanah air.

Dalam Perarutan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 sendiri, pemerintah akan memberikan insentif fiskal dan non fiskal terhadap mobil listrik. Sehingga nantinya kebijakan tersebut akan mendorong pertumbuhan mobil listrik yang memiliki harga sedikit lebih murah dibandingkan mobil internal combustion yang di pasarkan saat ini.

Dikutip oleh Kampus Bet, menurut Menteri Perindustrian, saat ini mobil listrik memang memiliki harga yang sangat mahal dibanding mobil internal combustion, dimana gap harga mobil listrik mencapai 40% dari mobil konvensional internal combustion. Namun dengan hadirnya Perpres tersebut, kedepan mobil listrik akan ditawarkan dengan harga lebih murah.

 

Baca Juga :

Bertampang Gagah, Atap Porsche Ini Sanggup Angkut Beban 1,4 Ton

 

“Tidak sangat murah, tetapi kalau sekarang bedanya 40% dengan kebijakan itu mungkin sekitar 10%-15% dari mobil yang combustion engine (konvensional),” ujar Airlangga.

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memberikan insentif untuk mempercepat program kendaraan bermotor listrik (KBL) Berbasis Baterai untuk transportasi jalan, demikian bunyi Pasal 17 ayat (1) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Program KBL berbasis baterai Untuk Transportasi Jalan.

“Insentif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa insentif fiskal dan insentif nonfiskal,” demikian bunyi Pasal 17 ayat (2) Perpres Mobil Listrik yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 8 Juli 2019 dan telah diundangkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada 12 Agustus 2019 yang dikutip di laman setneg.go.id.

Dalam Pasal 17 ayat (3) disebutkan bahwa insentif tersebut diberikan kepada perusahaan industri, perguruan tinggi atau lembaga penelitian dan pengembangan yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi serta vokasi industri KBL Berbasis Baterai.

Selain itu juga kepada perusahaan industri yang mengutamakan penggunaan prototipe dan komponen yang bersumber dari perusahaan industri atau lembaga penelitian dan pengembangan yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan, dan inovasi teknologi serta vokasi industri KBL Berbasis Baterai dalam negeri.

Selanjutnya kepada perusahaan industri yang memenuhi TKDN yang melakukan produksi KBL Berbasis Baterai dalam negeri; perusahaan industri komponen KBL Berbasis Baterai; perusahaan industri KBL Berbasis Baterai Bermerek Nasional; perusahaan yang menyediakan penyewaan Baterai (battery swap) sepeda Motor Listrik; perusahaan industri yang melakukan percepatan produksi serta penyiapan sarana dan prasarana untuk penggunaan KBL Berbasis Baterai. Kampus Bet