Berita Kampus

Berita KampusJaga Prestasi, FPTI Kirim 6 Atlet Junior Berlatih di Italia

 

Sebanyak enam atlet junior panjat tebing yang dikirim ke IFSC Youth Championships di Arco, Italia, sudah mulai menjalani aklimatisasi dan orientasi. Sesi tersebut dilakukan jelang kompetisi yang mulai bergulir pada Senin 26 Agustus 2019.

Keenam atlet tersebut dikirim Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) guna mempertahankan kesinambungan pembinaan sekaligus menyiapkan regenerasi atlet. Dengan demikian, olahraga panjat tebing diharapkan terus konsisten mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

“Enam atlet junior yang dikirim IFSC Youth World Championships di Arco adalah atlet hasil seleksi dan tempaan di Pelatnas. Tidak ada target khusus bagi mereka meski kita berharap prestasi maksimal bisa ditorehkan. Mereka merupakan atlet-atlet muda yang harus dipersiapkan sejak dari sekarang untuk menggantikan para seniornya yang sudah meraih prestasi membanggakan tingkat dunia,” kata Ketua Umum FPTI, Faisol Riza, dalam keterangan pers yang dikutip oleh Kampus Bet, Minggu (25/8/2019).

 

Baca Juga :

Marquez Akui Kalah Cepat dari Vinales dan Quartararo

 

IFSC Youth World Championships di Arco akan berlangsung hingga 31 Agustus 2019. Registrasi peserta dan tecnical meeting akan dilakukan pada Minggu (25/8/2019). Enam atlet yang dikirim FPTI terdiri dari empat putra yakni I Putu Iwan Putra, Kirimal Katibin, Seto, dan Rahmad Adi Mulyono. Kemudian dua putri yaitu Egalita Adliyah Baiquni dan Amanda Narda Mutia.

Keenam atlet tersebut didampingi tim ofisial Koentono Halim, Rudy Fitriyano, Zulham Peliang, dan tim Monitoring dari Kemenpora Bambang Hermasyah. Atlet-atlet Indonesia akan turun di nomor boulder dan speed.

Menurut Faisol Riza, prestasi panjat tebing Indonesia sudah diperhitungkan di tingkat dunia dan harus ada upaya keras mempertahankannya. Apalagi, cabang olahraga ini sudah resmi masuk Olimpiade, sehingga dapat menjadi lahan ‘lahan medali’ baru bagi Indonesia yang selama ini selalu bertumpu pada badminton dan angkat besi.

“Atlet-atlet muda yang kini dikirim ke Arco, mungkin akan menjadi tulang punggung Indonesia di Olimpiade 2024 atau olimpiade berikutnya. Mereka dan juga atlet-atlet muda lain yang sedang dibina FPTI, harus terus diberi kesempatan mengasah diri dengan mengikuti berbagai event internasional bergengsi agar kelak menjadi atlet elit nasional yang handal,” tutup Riza. Kampus Bet