Berita Kampus

Berita KampusJangan Anggap Remeh, Ini Pentingnya Pakai Masker di Tempat Kerja

Kualitas udara di Jakarta selama beberapa tahun terakhir semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan Okezone melalui situs resmi Air Now Department State, Hari ini, Kamis (22/11/2018), indeks kualitas udara di Jakarta Selatan menyentuh angka 144. Bahkan, pada Juli lalu, indeks kualitas udara Jakarta sempat menyentuh angka 191.

Angka ini diklaim lebih buruk dari beberapa kota besar di dunia seperti Beijing dan New Delhi, yang dikenal sebagai salah kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Melihat kondisi tersebut, Dr. Erlang Samoedro, Sp.P, FISR, selaku Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, menghimbau masyarakat agar selalu mengenakan alat pelindung untuk menghindari berbagai gangguan pernapasan.

“Jakarta itu salah satu kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia. Polusi ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari asap rokok, asap kendaraan, debu, gas, dan partikel beracun lainnya. Jadi sangat penting untuk mengenakan masker, terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan,” tegas Dr. Erlang pada Agen Judi Online, di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Erlang mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang mengabaikan penggunaan masker karena dianggap tidak mengetahui secara pasti fungsi dari alat pelindung tersebut. Padahal, dengan menggunakan masker, udara yang masuk ke dalam saluran pernapasan akan disaring sehingga kesehatan pernapasan bisa terjaga dengan baik.

[ Baca Juga Berita Kampus : ” Penunggakan BHP PT First Media Tak Pengaruhi Layanan Internet Broadband dan TV Cable ” ]

“Masker itu fungsinya mem-filter udar. Jenisnya juga ada banyak. Ada masker sapu tangan, ada masker bedah yang sering ditawarkan driver ojek online, ada juga masker khusus yang filterisisanya mencapai 95% tapi memang cukup sesak jika digunakan. Nah, masker bedah yang paling umum digunakan itu bisa mem-filterisasi udara hingga 50%. Jadi jangan dianggap remeh,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Triya Damayanti, PhD, Sp.P(K) dari Rumah Sakit Umum Persahabatan, meminta pemerintah Indonesia untuk menanggulangi permasalahan moda transportasi yang sudah tidak layak pakai.

“Banyak aspek yang harus kita benahi, selain melakukan tindak pencegahan dengan menggunakan masker, para decision maker juga harus mencari cara untuk membenahi mobil-mobil atau angkutan umum yang sudah ‘expired’. Mobil-mobil ini kan juga menjadi penyumbang polusi udara di Jakarta,” tukasnya.