Berita Kampus

Berita KampusJangan Sepelekan Karies Gigi pada Anak, Dampaknya Bisa Berkepanjangan!

Banyak dari orangtua yang mungkin menyepelekan masalah gigi susu pada anak-anak. Alasannya sederhana; ‘Nanti juga numbuh lagi’. Padahal, ini sangat keliru dan bisa berdampak buruk pada anak.

Seperti yang dijelaskan Prof. drg. Anton Rahardjo, MKM. PhD, masalah pada gigi susu anak jangan disepelekan. Salah satu dampak yang jelas terasa adalah anak jadi malas makan karena adanya karies itu sendiri.

“Kalau sudah begini, tentunya akan memengaruhi cukupan gizi dan kalau gizinya kurang, tentu akan membawa dampak buruk bagi kesehatan si anak,” kata drg Anton pada Judi Bola Online, Jumat (2/11/2018).

drg Anton melanjutkan, data sekarang menjelaskan bahwa anak-anak di usia 5 sampai 6 tahun memiliki masalah gigi susu, salah satunya adalah gigi karies.

Hasil gambar untuk caries on child

(edge dental care)

“Mereka yang berusia 5 sampai 6 tahun, rata-rata di Indonesia memiliki 6 gigi karies,” tegasnya.

Data lain menjelaskan bahwa prevalensi gigi berlubang pada anak usia dini masih sangat tinggi yani 93%, artinya hanya ada 7% anak Indonesia yang bebas dari karies gigi.

Padahal, FDI dan WHO menargetkan anak usia 5 sampai 6 tahun itu setidaknya 50% bebad dari karies gigi. “Ini menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat memang, tapi dengan pemahaman lebih mengenai kesehatan gigi, tentunya angka tersebut bukan hal yang mustahil,” sambung drg Anton.

[ Baca Juga Berita Kampus : ” Gamer PUBG Mobile Pamer Chicken Dinner Saat Nikah, Greget Abis ” ]

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menghimbau pihak sekolah usia dini (PAUD) atau TK untuk membiasakan anak-anak menggosok gigi dan merawat giginya dengan rutin dan disiplin.

drg Anton coba menjelaskan beberapa faktor penyebab tingginya kasus karies di usia 5-6 tahun di Indonesia.

“Penyebab tertingginya tentu karena mengonsumsi makanan yang manis dan tidak membersihkan setelahnya. Kemudian, beberapa anak juga dibiarkan minum susu sampai ketiduran, atau minum teh manis di dot dan ketiduran,” paparnya.

Upaya mudah yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan anak cara menggosok gigi dan kalau memang belum bisa, setidaknya orangtua membersihkan gigi usai si anak menyusui. “Jangan sampai nyusu sampai ketiduran juga supaya penumpukan asam di giginya tidak semakin tinggi,” tambahnya.

Nah, kenapa kemudian menjaga gigi susu itu penting?

drg Anton menjelaskan bahwa tren penyakit gigi ini berhubungan dengan jantung, memengaruhi diabetes si anak di usia dewasa. Kalau sudah memengaruhi diabetes. Infeksi pada gusi pun bisa terjadi.

“Satu yang jelas, jika masalah gigi susu ini tidak diatasi, maka akan memicu penyakit pembuluh darah, ini karena adanya penumpukan plak di pembuluh darah,” tambahnya.

Selain itu, orangtua juga mesti sadar kalau masalah gigi susu ini tidak boleh disepelekan.

“Gigi susu adalah pembuka jalur untuk gigi tetap. Kalau gigi susu tidak tumbuh dengan sempurna atau mengalami masalah dan tidak diatasi dengan baik, maka pertumbuhan gigi tetap si anak akan bermasalah,” ujar drg Anton.