Berita Kampus

Berita Kampus РJualan BR-V Seret, Honda Klaim Belum Rugi

 

Honda Prospect Motor (HPM) mengungkap sudah menyiapkan desain baru BR-V. Hal itu menyangkal anggapan sebelumnya yang mengira produksi lokal SUV itu akan dihentikan menyusul penjualannya yang diakui HPM kurang memuaskan.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy menjelaskan desain baru BR-V statusnya facelift. Dia menilai mobil yang dirancang menggunakan basis Mobilio tersebut belum perlu ubahan All New alias generasi baru.

“Perubahannya ya sesuai dengan survei yang kami lakukan,” kata Jonfis pada¬†Agen Judi Bola SBOBET di Karawang, Jawa Barat, Rabu (27/3).

BR-V facelift diduga mengaspal tidak lama lagi. Namun Jonfis menolak mendetailkan informasi tambahan soal jadwal peluncurannya.

“Produk tidak bisa berubah banyak. Kalau mau berubah banyak itu full model change sekalian interiornya dan lain lain. Sampai sekarang kami akan bertahan dengan BR-V saat ini,” ucap dia.

BR-V diketahui mulai dijual pada pasar Tanah Air sejak 2016 silam. Pengenalan perdana dilakukan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015.

Baca Juga :

Land Rover Kandaskan Mimpi Produsen Mobil Plagiat Asal China

Seiring berjalannya waktu penjualan BR-V malah terpantau menyusut. Produksi dari pabrik pun terus berkurang hingga kini.

Disitat dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Januari dan Februari 2019, produksi BR-V tercatat hanya 155 unit. Sementara pada periode yang sama 2018 produksi mobil itu sebanyak 409 unit.

Jonfis menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa sembarang menyegarkan Honda rakitan lokal. Sebab sudah ada ketentuannya butuh waktu enam tahun bagi produksi lokal Honda bisa sampai generasi baru.

“Kalau lokal itu kan memang agak panjang, sekitar 6 tahun tergantung sama unitnya dan lain sebagainya bisa berubah terus,” kata Jonfis.

Lebih dari itu dia menyatakan meski penjualan BR-V merosot, pihaknya belum mengalami kerugian karena model itu masih satu platform dengan Honda Mobilio dan Brio.

Lantaran menggunakan satu basis, dari kacamata produksi, ketiga model tersebut dapat saling menutupi kerugian. Di lain sisi, penyediaan suku cadang yang serupa lebih mudah diproduksi dan menguntungkan konsumen.

“Dan 3 platform ini kalau digabungkan penjualannya masih banyak per bulan. Jadi kami masih oke, masih bisa berikan benefit. Manufaktur juga jalan terus. Kalau BR-V cuma satu model sendiri ya trouble,” kata Jonfis. – KAMPUSBET