Berita Kampus

Berita KampusRemaja 20 Tahun Kena Kanker Karena Kebiasaan Gigit Kuku

Remaja berumur 20 tahun di Australia harus merelakan jempolnya diamputasi akibat kebiasaan buruk menggigit kuku.

Courtney Whithorn mengatatakan kebiasaannya ini muncul sejak ia berumur 16 karena sering diejek oleh teman-temannya di sekolah. Sayangnya, ketika ibu jarinya berubah menjadi hitam, Courtney menyembunyikan hal ini dari keluarga dan teman-teman.

Setelah empat tahun, akhirnya Courtney mengunjungi dokter dan dia diagnosis mengidap Acral Lentiginous Subungual Melanoma (ALM), kanker langka yang muncul di telapak tangan, telapak kaki, atau dibawah kuku. Menurut Melanoma Foundation, ALM mungkin akan sulit dikenali karena sering disalahartikan sebagai noda atau memar dan dapat terjadi pada kulit yang tampak sehat.

“Saya jelas sangat terkejut dan tidak percaya sama sekali ketika mengetahui bahwa kanker ini disebabkan karena kebiasaan menggigit kuku saya,” ujarnya dikutip dari Agen Bola Terpercaya.

[ Baca Juga Berita Kampus : ” Pria Korea Utara Jadi Dalang Peretasan Sony dan Serangan WannaCry ” ]

Sejak diagnosis pertama kali pada bulan Juli lalu, Courtney telah menjalani empat kali operasi. Meskipun telah mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan ibu jarinya, dia harus merelakannya untuk diamputasi pekan lalu.

Setelah melakukan berbagai tes, Courtney diberitahu bahwa dia mengidap jenis melanoma ganas dan sangat jarang ditemukan terutama untuk seseorang yang berada di usia yang masih sangat muda.

Saat ini Courtney berada di bawah pengawasan dokter selama lima tahun kedepan untuk mengantisipasi munculnya kembali kanker tersebut.

“Tanpa dukungan dari pacar dan keluarga saya, sejujurnya saya tidak tahu bagaimana bisa melewati semua ini,” ungkapnya.

Courtney juga menambahkan bahwa dia ingin semua orang untuk berpikir dua kali saat ingin mengejek atau mengintimidasi teman mereka. Selain itu, ia juga mengingatkan kepada yang saat ini tengah mengalami bully untuk berani berbicara dan meminta bantuan dan memberitahu orang tua tentang yang mereka alami.