Berita Kampus

Berita KampusLamborghini Cetak Penjualan Tertinggi

 

Lamborghini, produsen supercar asal Italia kembali mencatatkan penjualan tertinggi 2018. Penjualan tahun lalu dianggap sebagai sejarah sepanjang kiprah Lamborghini selama 56 tahun.

Diberitakan Agen Bola Online, Kamis (14/3), Lamborghini mengklaim berhasil menjual 5.750 unit pada sepanjang tahun lalu, atau mengalami peningkatan 51 persen dari kinerja 2017. Ini sebuah angka yang dinilai cukup besar bagi produsen yang menghasilkan mobil-mobil untuk kalangan terbatas.

Peningkatan penjualan yang besar tersebut sebagian besar disumbang oleh Urus. Nama Urus terus melambung dan diminati konsumen penikmat mobil-mobil berkecepatan tinggi di dunia.

Banyak orang terkesima dengan SUV bermesin V8 twin-turbo 4.000 cc yang menghasilkan 650 tenaga kuda pada RPM 6.000 dan torsi 850 Nm pada RPM 2.250.

Di samping itu model dengan kontribusi terbesar, yaitu Huracan yang performanya bisa diacungi dua jempol. Melonjaknya penjualan mobil Lamborghini secara finansial menghasilkan keuntungan Rp22 triliun.

Baca Juga :

Bos Mitsubishi Jawab Kolaborasi Xpander-Livina Disebut Dilema

“Lompatan ini membuktikan keberlanjutan produk dan strategi komersial kami,” kata CEO Lamborghini, Stefano Domenicali dalam sebuah pernyataan.

“Semua ini adalah pencapaian tim yang nyata, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan Lamborghini di dunia atas dedikasi dan hasrat, serta pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan kepada kami.”

Untuk mendukung peningkatan produksi yang dibutuhkan tahun lalu dan suplai tahun ini, perusahaan harus melakukan penambahan 10 persen karyawan untuk ditempatkan di pabrik perakitan. Hingga saat ini Lamborghini punya 1.750 karyawan di seluruh dunia.

Kemudian tahun ini pabrik produksi Lamborghini akan disibukkan perakitan Aventador SJV Roadster yang memulai debut di Geneva Motor Show 2019. Demi menjaga keistimewaan ‘mobil super’ tersebut, perusahaan cuma memproduksi sebanyak 800 unit dengan harga jual mulai US$ 573.966 atau setara Rp8,2 miliar.