Berita Kampus

Berita KampusMau Merasa Langsing? Coba Hirup Aroma Lemon!

 

Memiliki berat badan ideal adalah impian banyak orang. Namun tak semua orang bisa mewujudkannya karena tidak mengatur pola makan dan kurang berolahraga. Di sisi lain terkadang ada orang yang merasa dirinya langsing padahal berat badannya kurang ideal. Menurut penelitian terbaru, hal itu benar bisa terjadi.

Penelitian di University of Sussex’s Computer-Human Interaction (SCHI) Lab mengungkapkan menghirup lemon dapat membuat orang merasa langsing. Aroma dari buah bercita rasa asam itu meningkatkan citra tubuh dan harga diri.

Penulis utama penelitian yang merupakan mahasiswa Ph. D, Giada Brianza mengatakan, otak manusia memegang beberapa model mental terhadap penampilan tubuhnya.

“Model mental ini diperlukan untuk interaksi yang sukses dengan lingkungan. Persepsi tubuh terus diperbarui sebagai tanggapan terhadap input sensorik yang diterima dari luar dan dalam tubuh. Penelitian kami menunjukkan indera penciuman dapat memengaruhi gambaran diri dalam pikiran, serta perasaan dan emosi terhadap gambaran tersebut,” papar Giada seperti yang kutip dari Kampus Bet, Kamis (12/9/2019).

 

Baca Juga :

Pariwisata Indonesia Masih Lemah Soal Kelestarian Lingkungan

 

Dalam penelitian yang dilakukan olehnya bersama tim ditemukan para partisipan merasa lebih langsing dan tubuhnya lebih ringan ketika menghirup aroma lemon.

Hal sebaliknya dapat terjadi saat mereka menghirup aroma vanilla yang tajam. Para partisipan akan merasa lebih gemuk dan lebih berat.

“Penemuan ini bisa mengarah pada terapi baru yang lebih efektif untuk orang dengan gangguan persepsi tubuh. Aroma dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengkalibrasi ulang perasaan berat badan yang terdistorsi,” jelas Giada.

Tak hanya aroma, menurut penelitian ini suara tertentu juga dapat memengaruhi persepsi seseorang tentang citra tubuhnya. Contoh, nada suara dari langkah kaki pada saat berjalan dapat membuat dirinya merasa lebih ringan dan lebih bahagia.

Hal ini juga dapat mengubah cara berjalan. Akan tetapi dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami potensi rangsangan sensorik dan multisensorik dari benda-benda sekitar terhadap persepsi tubuh.  Kampus Bet