Berita Kampus

Berita KampusMenikmati Halong Bay dari Udara

 

Terletak di timur laut Vietnam, Halong Bay dikenal dengan nama perairan zamrud atau ribuan pulau batu kapur yang menjulang di atas hutan hujan.

Menawarkan pemandangan yang begitu indah dipandang, Halong Bay telah dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1994.

Lokasi ini dapat dengan mudah dicapai dengan lima jam perjalanan bus dari Hanoi, dan untuk mengeksplorasinya wisatawan harus menaiki kapal.

Namun kali ini, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam Halong Bay dari udara dengan hadirnya helikopter.

Mengutip Kampusbet, Jumat (7/6), sebuah perusahaan transportasi helikopter Vietnam utara meluncurkan paket wisata baru untuk melintasi Halong Bay.

Untuk menyewa helikopter ini, wisatawan harus merogoh kocek US$125 (sekitar Rp1,7 juta) hingga US$396 (sekitar Rp5,6 juta) per orang, untuk waktu terbang selama 12 menit hingga 40 menit.

Untuk paket termurah, wisatawan hanya bisa menikmati enam kawasan wisata andalan di Halong Bay seperti gua Thieng Cung, pulau Titop, dan teluk Bai Tu Long. Sedangkan untuk paket termahal, wisatawan bisa melihat 17 titik lokasi wisata Halong Bay.

Teluk ini terdiri dari 1.969 pulau-pulau batu kapur yang menjulang secara spektakuler dari laut. Kawasan ini memiliki kisah yang panjang, khususnya terkait legenda setempat.

 

Baca Juga :

6 Manfaat Tidur Tanpa Busana, Cegah Penuaan Dini hingga Atasi Stres

 

Penduduk Vietnam memiliki kepercayaan bahwa bangsa mereka berasal dari naga. Pada zaman dahulu ketika negara tersebut baru berdiri, bangsa Vietnam harus menghadapi penjajah dari Utara yang menyerang melewati lautan.

Untuk melindungi Vietnam, Kaisar Giok mengurung Ibu Naga dan anaknya ke bumi untuk membantu para bangsa tersebut melindungi negaranya. Ibu Naga dan anaknya membakar para musuh dengan api dan mengeluarkan batu zamrud besar sebagai tembok pertahanan.

Pada penjajah tersebut akhirnya tenggelam dan dikisahkan beribu-ribu tahun setelah peristiwa itu, batu-batu zamrud tersebut berubah menjadi pulau-pulau dengan berbagai ukuran dan bentuk.

Dalam legenda tersebut dikisahkan bahwa Ibu Naga dan anaknya tidak kembali ke surga, tetapi tinggal di dunia sebagai manusia dan membantu penduduk bercocok tanam, beternak, dan memperluas negara.

Untuk mengenang jasa Ibu Naga dan anaknya, penduduk yang hidup di teluk tempat pertempuran terjadi menamakan teluk tersebut Halong, sedangkan teluk di mana anak naga turun disebut sebagai Bai Tu Long (artinya terima kasih kepada anak naga) – Kampusbet