Berita Kampus

Berita KampusMenilik Kehamilan Overdue yang Dialami Meghan Markle

 

Meghan Markle dikabarkan melahirkan sang buah hati pada Senin (6/5). Kabar tersebut disampaikan oleh Istana Buckingham.

Mengutip Agen Bola Online, bayi akan berada di urutan ketujuh dari takhta Inggris setelah Pangeran Charles, Pangeran William dan ketiga anaknya, serta Pangeran Harry. Dia juga menjadi cicit ketujuh dari Ratu Inggris Elizabeth II.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Meghan diprediksi melahirkan pada April lalu. Artinya, proses persalinan yang dilakoni Meghan hari ini terlambat dari usia kehamilan 40 minggu atau lumrah disebut kehamilan overdue.

Persalinan Duchess of Sussex terlambat satu pekan. Sebelumnya Meghan diduga bakal menjalani proses induksi untuk merangsang sang bayi agar keluar.

Ahli kandungan, dr Muhammad Dwi Priangga mengatakan, keterlambatan persalinan satu pekan adalah hal lumrah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, persalinan dikatakan terlambat jika terjadi setelah melewati usia 42 minggu.

Dokter yang akrab disapa Angga ini menyebutkan, usia kandungan normal untuk melahirkan adalah sekitar 38-39 pekan. Pada masa ini, paru-paru bayi telah siap dan air ketuban mencukupi.

 

Baca Juga :

Agar Aroma Parfum di Tubuh Tahan Lama

 

Keterlambatan persalinan atau lebih dari 42 minggu, kata Angga, dapat meningkatkan risiko morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) pada bayi. Hal yang sama juga akan terjadi pada ibu yang melahirkan pada usia kandungan 36-37 minggu. Pada masa ini, bayi akan lahir prematur.

“Ini biasanya karena faktor genetik. Komponen di rahim tidak terpicu proses persalinan di usia kandungan 38-39 minggu,” kata Angga saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/5). Gejala proses persalinan di antaranya muncul rasa mulas dan keluarnya air ketuban.

Jika usia kandungan telah memasuki 40 pekan dan belum terjadi proses persalinan, dokter akan mengecek kesejahteraan janin mulai dari ketersediaan air ketuban, kualitas plasenta sebagai sumber makanan, dan gerakan janin.

Kemudian, akan dilakukan langkah induksi untuk memicu persalinan dengan operasi caesar.

Angga mengingatkan, seorang ibu harus tahu perhitungan usia kandungan. Kebanyakan kasus terlambat melahirkan, lanjutnya, disebabkan oleh salah hitung usia kehamilan.

Seorang ibu sebaiknya rajin melakukan kontrol ke dokter pada usia kandungan sedini mungkin. Hasil pemeriksaan USG menjadi modal prediksi waktu kelahiran bayi atau saat usia kandungan mencapai 40 minggu.

“Kalaupun meleset, biasanya hanya 3-4 hari lebih maju atau mundur,” kata Angga.

Selain melalui USG, prediksi kelahiran bayi juga bisa dihitung dari periode haid terakhir ibu. Namun, lanjut Angga, metode ini tak berlaku bagi ibu dengan periode menstruasi yang tak teratur.

“Jadi penting untuk kontrol kehamilan, untuk menilai kesejahteraan janin,” imbuh Angga. – KAMPUS BET