Berita Kampus

Berita KampusSambut Hari Kesehatan Mata Nasional, Cegah Gangguan Penglihatan di Pospindu Terdekat

Kesehatan mata memang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa mata yang sehat, maka seseorang akan sulit untuk melakukan berbagai macam kegiatan maupun aktivitas.

Memang, saat ini teknologi softlens maupun kacamata sudah menjadi senjata andalan kaum milenial, namun tentu saja akan jauh lebih baik jika memiliki mata yang sehat.

Menyambut Hari Kesehatan Mata Nasional yang jatuh setiap 12 Oktober, Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata (Perdami), dr. M. Sidik, Sp.M mengimbau agar masyarakat Indonesia lebih perhatian akan pentingnya menjaga kesehatan mata. Ia berharap para masyarakat sudah mulai mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.

Menurutnya, saat ini pelayanan kesehatan mata sudah sangat mudah ditemukan oleh masyarakat. Masyarakat hanya perlu datang ke Pos Pembinaan Terpadu (Pospindu) dan hanya melakukan registrasi dan identifikasi dengan kader. Cara pemeriksaannya pun sangat cepat dan sederhana.

“Untuk mendeteksi gangguan penglihatan pada orang-orang berusia lanjut, pertama Anda harus datang menuju pospindu untuk melakukan registrasi dan identifikasi dengan kader,” tutur dr Sidik, saat diwawancarai Agen Bola Terpercaya di Gedung Adhyatma, Rasuna Said, Kuningan.

Dia menjelaskan, setiap masyarakat akan melakukan tes untuk melihat jari dari jarak enam meter dengan mata secara acak.hal ini akan membuktikan apakah seseorang dikategorikan memiliki gangguan pada penglihatannya.

[ Baca Juga Berita Kampus : ” iMessage di iOS 12 Bermasalah? Begini Trik Mengatasinya ” ]

“Para pasien akan disuruh melihat objek jari manusia dalam jarak enam meter dengan mata telanjang. Jika tiga kali gagal, maka orang tersebut terbukti mengalami gangguan penglihatan. Jika sudah begini, orang tersebut akan diantarkan petugas kesehatan untuk diidentifikasi apakah ini disebabkan katarak atau bukan,” tambah dr. Sidik.

Dr. Sidik mengatakan bahwa 67 persen masalah gangguan penglihatan di Indonesia disebabkan oleh katarak. Oleh sebab itu jika seseorang sudah merasakan gejala katarak, maka lebih baik untuk memeriksakannya. Namun, apabila sudah mengganggu aktivitas sebaiknya cepat melakukan tindakan dengan operasi.

Penyebab gangguan penglihatan pun sebenarnya bukan hanya katarak. dr. Sidik mengaku beberapa kebiasaan buruk dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi penyumbang utama seseorang mengalami gangguan penglihatan. Salah satunya adalah mengonsumsi alkohol secara sering dan dalam jumlah banyak.

Dia menjelaskan pernah menangani seorang pasien yang mengalami kebutaan akibat melakukan kebiasaan buruk dengan mengonsumsi alkohol. Menurutnya methanol lah yang menjadi penyebab utama kerusakan pada saraf mata.

“Gejala awalnya adalah muntah dan sesak napas. Pasien tersebut akhirnya dibawa ke rumah sakit dan disuntik, besoknya ia mengalami kebutaan. Kebutaan ini bukan disebabkan karena suntikan, tapi gara-gara keracunan alkohol yang menyebabkan buta permanen dan tidak bisa disembuhkan,” kata dia.

“Dalam satu tahun sekiranya 20-30 pasien di RSCM muntah-muntah bahkan sampai cuci darah karena methanol,” tukasnya.