Berita Kampus

Berita KampusSebulan Jadi Turis di ISS, Siap-siap Rogoh Kocek Rp840 M

 

NASA akan mengizinkan warga negara biasa untuk tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mereka diizinkan berlibur di laboratorium luar angkasa itu selama sebulan dengan total biaya sekitar Rp840 miliar.

“NASA membuka Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) secara komersil untuk pertama kalinya dan memasarkan kesempatan ini, hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya,” jelas Chief Financial Officer NASA Jeff DeWit pada konferensi pers di New York, seperti dikutip AFP, Jumat (7/7).

Biaya bermalam di ISS akan dikenai sekitar US$35.000 per malam (Rp497,2 juta; kurs US$1 =Rp14,207.50). Dengan demikian, biaya bermalam di ISS selama sebulan mesti menelan biaya sekitar US$1,05 juta (Rp14,9 miliar).

Biaya ini belum ditambah biaya perjalanan ke ISS yang jauh lebih mahal lagi. Perjalanan ke ISS menggunakan wahana Boeing atau SpaceX itu menelan biaya US$58 juta (Rp824 miliar) per kursi untuk perjalanan pergi pulang. Sehingga total biaya untuk perjalanan ini mencapai US$59,05 juta (sekitar Rp840 miliar).

Selain itu, NASA juga masih akan membebani biaya makan, minum, penyimpanan, dan biaya komunikasi pengujung di ISS. makanan, penyimpanan, dan komunikasi satu kali di stasiun.

Selain itu NASA juga memperingatkan bahwa fasilitas yang akan diterima para wisatawan tidak akan semenawan Hilton atau Marriot.

 

Baca Juga :

Microsoft Umumkan Generasi Baru Xbox ‘Project Scarlett’

 

“Tapi itu tidak akan datang dengan poin Hilton atau Marriott,” DeWit menambahkan, seperti dikutip Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET.

NASA memang telah mengubah kebijakannya. Sebelumnya, perusahaan milik negara itu tidak memperbolehkan ISS digunakan untuk kepentingan pribadi dan pariwisata. ISS ditujukan khusus untuk penelitian yang perlu pengamatan dari orbit. Namun, dorongan untuk mengkomersialkan laboratorium yang mengapung di orbit itu belakangan makin besar.

Saat ini, Boeing dan SpaceX tengah mengembangkan sistem peluncuran roket dan kapsul untuk tujuan komersil ini. SpaceX mengembangkan Crew Dragon. Sementara Boeing mengembangkan Starliner.

Kedua perusahaan juga dituntut untuk kembali menerbangkan astronot ke ISS dari tanah AS untuk pertama kalinya. Sebab, dalam satu dekade terakhir, AS tergantung pada Rusia untuk menerbangkan astronot mereka ke orbit.

NASA mengizinkan dua perjalanan pribadi ke stasiun per tahun. Tiap perjalanan akan berlangsung selama 30 hari. Misi astronot awam pertama akan dilakukan pada 2020.
Rekan kerja NASA dari Rusia Roscosmos juga telah mengizinkan sejumlah orang awam di stasiun itu.

Para pejabat NASA juga mengatakan bahwa mereka membuka pintu kerjasama bagi perusahaan swasta memberi lembaga. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ambisi pemerintahan Trump untuk kembali ke bulan pada tahun 2024. Sebagian dana itu diharapkan bisa didapat dengan layanan komersial baru dan para astronot berbayar. – Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET