Berita Kampus

Berita KampusSelfie Dianggap sebagai Masalah Kesehatan di Masyarakat, Mengapa Demikian?

Sejak kemunculan kamera depan di ponsel, swafoto atau selfie menjadi tren tersendiri. Seseorang tidak perlu repot-repot lagi meminta bantuan orang lain atau membawa tripod bila hanya ingin foto sekadarnya untuk dokumentasi pribadi. Terlebih dengan hadirnya tongsis atau tongkat eksis membuat selfie menjadi lebih mudah dan indah.

Akan tetapi, meskipun memiliki sisi positif, selfie juga memiliki sisi negatif. Tak sedikit orang yang berlomba mencari spot foto terbaik untuk selfie tanpa memerhatikan keselamatannya. Berdasarkan laporan terbaru, setidaknya 250 orang di seluruh dunia telah meninggal dunia dalam kurun enam tahun terakhir karena selfie.

Selfie

Laporan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari All India Institute of Medical Sciences. Dalam makalahnya, para peneliti menuliskan kasus selfie mematikan paling banyak disebabkan oleh tenggelam. Penyebab selanjutnya adalah selfie di depan kereta yang sedang melaju atau jatuh dari ketinggian. Hasil ini kemudian diterbitkan dalam Journal of Family Medicine dan Primary Care edisi Juli-Agustus.

“Kematian karena selfie telah menjadi masalah utama pada kesehatan masyarakat. Lebih dari 85% korbannya berusia antara 10 -30 tahun dan India ditemukan memiliki jumlah kematian terkait selfie tertinggi, diikuti oleh Rusia, AS dan Pakistan,” ungkap salah seorang peneliti, Agam Bansal seperti yang dikutip Agen Bola Terpercaya, Jumat (5/10/2018).

[ Baca Juga Berita Kampus : ” Tampilan Google Assistant Kini Jadi Lebih Visual ” ]

Dijelaskan oleh Agam, selfie sebenarnya tidak berbahaya bila seseorang hanya mengambil foto dengan sewajarnya. “Tapi menjadi berbahaya bila selfie itu disertai dengan perilaku berisiko. Satu hal yang paling mengkhawatirkan saya adalah penyebab kematian karena selfie sebenarnya dapat dicegah. Hanya saja sejumlah orang ingin memiliki hasil selfie sempurna agar disukai banyak orang di media sosial seperti Facebook, Twitter, atau media sosial lainnya,” tuturnya.

Selfie

Menurutnya, seseorang yang lebih memerhatikan hasil foto ketimbang keselamatan tidaklah masuk akal. Sebab seharusnya ia tidak mengorbankan kehidupan untuk hal sepele seperti selfie. Oleh karenanya Agam berharap agar pemerintah di dunia menerapkan peraturan ‘zona bebas selfie’ di area berbahaya seperti puncak gunung, gedung tinggi, dan perairan.\

Pemerintah Rusia merupakan salah satu contoh yang telah memberikan perhatian lebih kepada selfie. Mereka meluncurkan kampanye “Safe Selfie” dengan slogan “Bahkan satu juta suka di media sosial tidak layak untuk hidup dan kesejahteraan Anda”.