Berita Kampus

Berita KampusTak Hanya Serang Lansia, Stroke Intai Generasi Muda

 

Stroke masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Idonesia. Menurut Sample Registration System (SRS) 2014 tingkat kematian masyarakat Indonesia akibat stroke mencapai 21,1 persen.

Selain angka kematian yang tinggi, menurut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) penyakit stroke mengambil porsi biaya yang cukup besar. Penyakit stroke menempati urutan biaya terbesar ketiga setelah jantung dan kanker.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi orang yang mengalami stroke adalah 12,1 per mil. Sementara pada Riskesdas 2018 prevalensi stroke menunjukkan angka 10,9 per mil.

 

Baca Juga :

5 Tanda Tubuh Butuh ‘Detoks’ Gula

 

Menurut Direktur P2PTM, Cut Putri Ariane, kenaikan angka penyakit stroke diperkirakan terjadi pada usia muda. Hal ini disebabkan oleh beberapa sebab, salah satunya adalah pola hidup yang tidak sehat.

“Penyakit stroke banyak dialami oleh generasi muda. Usia termuda seseorang terserang stroke yakni 35 tahun dan tertua yaitu 75 tahun,” terang Cut Putri, dalam acara Hari Stroke Sedunia, di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019) seperti diberitakan oleh Kampusbet.

Cut Putri mengatakan Papua memiliki risiko stroke paling kecil sementara Kalimantan paling tinggi, semuanya karena pola makan yang berbeda. Sementara di jakarta menempati urutan 12,2 per mil yang posisinya masih di atas batas nasional.

“Faktor konsumsi makanan mengambil peranan penting dalam penyakit stroke. Konsumsi makanan manis, asin, berlemak dan aktivitas fisik yang tidak baik menyebabkan tingginya angka penyakit stroke,” tutupnya. Kampusbet