Berita Kampus

Berita KampusWeChat Bisa Lacak Keberadaan Debitur ‘Nakal’ di China

Aplikasi WeChat dimanfaatkan untuk mengetahui keberadaan ‘deadbeat debtors’ atau debitur yang lalai dalam membayar hutang. WeChat yang populer di China menerapkan apa yang disebut sebagai program mini ‘Deadbeat Map’.

Dilansir Agen Bola, Pengadilan Tinggi Rakyat Hebei meluncurkan program mini baru di WeChat minggu lalu yang memungkinkan pengguna melihat apakah seorang debitur yang terdaftar dalam daftar hitam kredit negara berada dalam jarak 500 meter dari lokasi mereka.

Deadbeat Map memberitahu pengguna ketika seorang debitur berada di dekat mereka. Pengguna akan dapat melihat informasi pribadi debitur, termasuk nama, nomor identifikasi nasional, dan bagaimana mereka sampai masuk daftar hitam.

Program ini kabarnya memudahkan pelapor melaporkan debitor yang dianggap mampu membayar utangnya, menurut publikasi.

 

[ Baca Juga Berita Kampus : ” Surga Mobil Seken Murah dari Singapura ” ]

Program mini ini merupakan perpanjangan dari sistem kredit sosial China, yang diperkirakan akan memberikan skor pribadi 1,4 miliar warganya pada tahun depan. China Daily mengutip seorang juru bicara dari pengadilan yang mengatakan itu adalah bagian dari langkah-langkah untuk menegakkan hingga menciptakan lingkungan yang kredibel secara sosial.

Di bawah sistem kredit sosial, warga negara dinilai berdasarkan perilaku mereka dan dapat berfluktuasi tergantung pada apa yang mereka lakukan, misalnya apakah seseorang ‘jaywalking’ (perilaku buruk yang bisa membuat pelaku dipermalukan di depan umum) atau membeli barang buatan China.

Skor akan ditentukan oleh teknologi yang dikelola negara termasuk pengenalan wajah, kecerdasan buatan dan kacamata pintar. Skor ini dapat memengaruhi kemampuan warga negara untuk bepergian atau memiliki properti, atau bahkan mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah.