Lorenzo

Berita Kampus – Lorenzo memang sukses mengukir karier yang manis di MotoGP. Ia dapat mengoleksi tiga gelar juara di kelas tersebut sebelum akhirnya memutuskan pensiun dari gelaran MotoGP pada akhir musim 2019. Untuk bisa mengukir prestasi apik, Lorenzo juga harus melewati masa-masa sulit. Ia bahkan pernah berada di kondisi yang sangat terpuruk. Hal tersebut turut dirasakan saat berkarier di Ducati.

Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti, mengaku terkesan dengan sosoknya. Sebab, ia berhasil menunjukkan semangat juang yang luar biasa selama meniti karier di MotoGP.

Musim pertamanya di Ducati tak berjalan dengan mulus sehingga ia berada dalam kondisi yang begitu terpuruk. Tetapi, kondisi ini tak membuat sang pembalap menyerah. Usaha dan tekad kerasnya pun membawanya bangkit pada musim 2018 dengan mengantongi beberapa kemenangan bersama Ducati.

Sayangnya, hasil manis bersama Ducati tak bisa terus dilanjutkan karena sang pembalap memutuskan untuk hijrah ke Honda pada akhir musim 2018. Di sana, Ia pun kembali harus menghadapi masa-masa sulit karena tak mampu beradaptasi dengan baik dengan motor Honda. Kecelakaan parah di Sirkuit Assen, Belanda, memperparah kondisinya. Melihat kondisinya yang sudah sangat terpuruk, ia pun akhirnya memutuskan untuk pensiun.

 

Baca Juga :

BWF Finals : Jonatan Christie Tumbang di Laga Kedua

 

Meski telah mengakhiri kariernya dengan kondisi yang kurang baik, Ciabatti tetap mengenang Lorenzo sebagai pembalap yang hebat dengan semangat juang yang begitu besar. Ciabatti pun turut merasakan kehilangan atas kepergian Lorenzo dari pentas MotoGP.

“Kami memiliki ingatan yang sangat baik tentang Lorenzo. Dia adalah pria yang hebat. Mungkin, dia adalah karakter yang kontroversial di paddock, tetapi jika Anda mengenalnya dengan baik, dia adalah orang yang hebat dengan hati yang besar,” ujar Ciabatti, sebagaimana dikutip dari Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET, Sabtu (14/12/2019).

“Ketika Lorenzo datang kepada kami, tujuannya adalah untuk menantang pabrikan lain dan mencoba memenangkan gelar juara pada 2017. Itu tidak terjadi. Yang terjadi adalah sebaliknya, kami memenangkan enam balapan dengan Dovizioso dan menantang Marquez hingga akhir musim di Valencia. Itu adalah waktu yang sangat sulit bagi Lorenzo. Tetapi, dia tidak pernah kehilangan kepercayaan diri bahwa kesuksesan akan datang,” tukasnya. Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET