Berita Kampus

Berita KampusHacker Bisa Lacak Identitas Lewat Sapuan Jari di Layar Smartphone

Para peneliti dari Australia mendapati gestur sentuh di layar perangkat mobile ternyata berisi informasi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan melacak aktivitas pengguna.

Laporan mengejutkan ini dipresentasikan tim peneliti CSIRO Data61 di pertemuan bertajuk Privacy Enhancing Technologies Symposium di Barcelona, pekan lalu.

Peneliti mengungkap cara pengguna menggeser, mencubit, dan mengetuk layar smartphone bisa digunakan untuk melacak identitas dan berpotensi melanggar privasi.

Berbekal aplikasi Android buatan mereka sendiri, peneliti mampu mengumpulkan data sentuhan dan gestur.

Dari data yang sudah dikumpulkan tersebut, tim peneliti mengungkap hingga 98,5 persen informasi tentang pengguna.

Tim peneliti memperingatkan, pelacakan berbasis sentuhan ini dapat digunakan berkesinambungan untuk melacak pengguna, baik di satu smartphone atau di berbagai perangkat.

“Ketika sistem pelacakan biasa hanya mampu melacak identitas virtual pengguna seperti profil online, metode baru ini berpotensi untuk melacak dan mengidentifikasi orang (fisik) yang mengguakan perangkat,” tulis peneliti.

[ Baca Juga : ” Harapan Presiden Jokowi Terhadap Industri Otomotif Indonesia ” ]

Ada Aplikasi yang Bisa Rekam Layar Smartphone Pengguna

Di sisi lain, para peneliti dari Northeastern University tidak menemukan bukti terkait smartphone yang bisa merekam aktivitas pengguna demi iklan tertarget (targeted ads).

Hal ini sempat ramai dibicarakan gara-gara Facebook mendaftarkan paten sebuah sistem yang secara rahasia bisa mengaktifkan mikrofon di smartphone penggunanya.

Jika menerapkan sistem ini, Facebook bisa menguping apa saja aktivitas penggunanya, seperti iklan apa yang ditontonnya.

Meskipun tak menemukan bukti yang kuat, para peneliti menyebut ada kemungkinan pengembang aplikasi bisa melihat segala aktivitas yang dilakukan oleh pengguna dengan merekam (screenshot) layar smartphone.

Diuji Coba Langsung

Dilansir Agen Bola, para peneliti menguji 17.260 aplikasi untuk mengetahui hal tersebut. Hasilnya, lebih dari 9.000 aplikasi ternyata memiliki izin untuk mengakses kamera dan mikrofon.

Gizmodo melaporkan, para peneliti menggunakan 10 smartphone Android dan menjalankan program otomatis yang terhubung dengan masing-masing aplikasi.

Hasilnya, aplikasi tidak bisa melakukan apa yang dilakukan manusia, misalnya membuat username dan password untuk masuk ke sebuah aplikasi. Para peneliti juga melihat tipe file apa saja yang dikirim, terutama saat dikirimkan ke pihak lain.