Mercedes' Finnish driver Valtteri Bottas (L) celebrates with his teammate British driver Lewis Hamilton after taking the pole position at the end of the qualifying session ahead of the Abu Dhabi Formula One Grand Prix at the Yas Marina circuit on November 25, 2017.
Valtteri Bottas outpaced his Mercedes team-mate Lewis Hamilton to claim pole position with a record-breaking lap in the qualifying session for Sunday's season-ending Abu Dhabi Grand Prix. German four-time champion Sebastian Vettel took third place for Ferrari ahead of Australian Daniel Ricciardo of Red Bull and his Ferrari team-mate Kimi Raikkonen, with Dutchman Max Verstappen sixth in the second Red Bull. / AFP PHOTO / GIUSEPPE CACACE

BeritaKampus –  Ini Alasan Hamilton Senang Setim dengan Bottas

Saat ini kontrak dua pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas, telah berada di pengujung masa. Pasalnya, masa kontrak kedua pembalap itu sama-sama akan berakhir di pengujung musim balap Formula One (F1) 2018. Dan hingga saat ini pihak Mercedes beserta kedua pembalapnya tersebut masih belum membicarakan kontrak baru.

Kendati demikian, banyak pihak meyakini kalau untuk musim balap F1 2019, baik Hamilton dan Bottas akan tetap membalap untuk Tim Mercedes. Melihat raihan gemilang tim berjuluk The Silver Arrow itu di musim lalu, pihak manajemen jelas tak ingin kehilangan kans mereka mempertahankan dominasinya.

Bahkan, mantan pembalap Tim Renault, Jolyon Palmer, meyakini kalau Hamilton pun akan senang apabila tetap berada di Mercedes. Terlebih lagi jika masih bisa satu tim dengan Bottas. Pasalnya, Palmer menyoroti hubungan kedua pembalap tersebut di musim lalu yang terbilang kompak.

 [ Baca Juga : ” Sean Gelael Siap Jajal Sirkuit Sakhir “]

Seperti diketahui, selama ini Hamilton kerap bermasalah dan bahkan bermusuhan dengan rekan setimnya. Sebut saja nama-nama seperti Nico Rosberg dan Fernando Alonso, yang pernah menjadi rekan satu tim Hamilton. Bahkan, hingga saat ini Hamilton masih enggan untuk berbaikan dengan Rosberg.

Palmer menilai perseteruan yang terjadi tersebut lantaran Hamilton selalu ngotot bersaing dengan rekan setimnya untuk bisa menjadi juara dunia. Sementara bersama Bottas, Palmer menilai kalau pembalap berpaspor Finlandia itu bukanlah lawan yang sepadan bagi Hamilton, bahkan cenderung terlihat sebagai penyokongnya.

Palmer pun membandingkan kondisi yang sama terjadi di Tim Scuderia Ferrari, di mana Sebastian Vettel dianggap sebagai pembalap utama, sedangkan Kimi Raikkonen penyokongnya. Maka dari itu, Palmer menilai kalau Hamilton akan senang bisa satu tim dengan Bottas lagi musim depan.

“Saya kira dia (Hamilton) akan sangat senang dengan ini. Ini adalah situasi yang sangat sama dengan apa yang kita dapati di Ferrari, di mana Sebastian Vettel terlihat sebagai pembalap nomor satu, entah itu diumukan secara resmi atau tidak, dan dia mengungkapkan dukungannya untuk Kimi Raikkonen agar tetap bertahan di sana,” ucap Palmer, menukil dari Agen Judi Online, Minggu (11/3/2018).

“Ketika Anda memiliki situasi seperti ini di tim, Anda memiliki seseorang sebagai si nomor satu dan mereka tidak ingin orang kedua sama cepatnya, ini lumrah,” tukas Palmer.