Berita Kampus

Berita Kampus Kendala Utama Produksi Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Mobil rendah emisi seperti mobil listrik, hybrid, dan hybrid plug-in akan makin digenjot di Indonesia. Pemerintah dalam beberapa waktu belakangan sedang menggodok regulasi agar harganya bisa ditekan.

Secara spesifikasi, perbedaan utama mobil listrik, hybrid, dan hybrid plug-in ada pada motor dan baterainya. Jumlah baterai lebih banyak dari mobil bermesin bensin dan diesel.

Pasalnya, mobil tersebut punya porsi penggunaan listrik besar dibandingkan mobil konvensional. Karenanya pun tidak heran jika ada harapan bahwa Indonesia juga bisa bikin baterai sendiri.

[ Baca Juga : ” Polisi LA Mencari Ancaman Kematian Terhadap Anggota BTS ” ]

Namun, bagi Yohanes Nangoi selaku ketua umum asosiasi kendaraan bermotor di Indonesia (Gaikindo), harapan itu masih terbentur PR besar, dilansir Poker Online.

“Baterainya yang beredar saat ini lithium-ion. Indonesia tidak punya bahan baku lithium-ion, gimana mau bikin,” kata dia.

Karena itu, sampai saat ini yang terpikirkan menurut dia adalah impor bahan baku. Ini dilakukan andaikata Indonesia mau memproduksi sendiri baterai lithium-ion.

“Kalau mau bikin harus impor bahan bakunya. Itu yang mau bikin kita sendiri? Begitu apa enggak. Nah itu (persoalannya).