Tenis Putri

Berita kampus – Peta kekuatan disektor tenis putri terus mengalami perubahan selama tiga tahun terakhir. Tercatat ada tujuh nama yang pernah mencicipi peringkat satu dunia, termasuk Ashleigh Barty yang saat ini berada di puncak. Tapi, Bianca Andreescu siap merebut posisi itu pada 2020.

Rivalitas tenis putri terbilang sangat ketat dibanding putra yang hanya didominasi Rafael Nadal, Novak Djokovic, dan Roger Federer. Ya, tidak ada yang bisa memprediksi siapa yang akan menjadi ratu di akhir musim.

Nyatanya, ada tujuh petenis dalam tiga tahun terakhir yang mampu berada di posisi teratas. Mulai dari Angelique Kerber, Serena Williams, Karolina Pliskova, Garbine Muguruza, Simona Halep, Naomi Osaka, hingga Barty.

Tahun depan, persaingan memperebutkan peringkat satu dunia diprediksi akan semakin memanas. Andreescu yang merupakan petenis muda asal Kanada bisa menjadi kejutan jika mampu mengulangi kehebatannya sepanjang 2019, salah satunya berhasil menjuarai Grand Slam Amerika Serikat Terbuka.

Situasi Andreescu sama seperti Barty yang sebelumnya tidak diperhitungkan dalam persaingan WTA tour. Dia mengawali 2019 berada di peringkat 15 dunia. Targetnya pun hanya ingin menembus posisi 10 besar.

Namun, petenis berusia 23 tahun ini justu membuat kejutan dengan meraih empat gelar di turnamen besar, termasuk Grand Slam Prancis Terbuka dan WTA Finals, hingga akhirnya menutup musim sebagai peringkat satu dunia.

Menanti Ratu Baru di Tenis Putri

Artinya, Barty harus waspada jika ingin mempertahankan singgasananya tahun depan. Maklum, Andreescu dianggap sebagai salah satu rival terberatnya di turnamen besar, termasuk grand slam. Karena itu, dia harus bisa menunjukkan permainan terbaik dan menjaga kondisinya agar tetap fit.

Sekali terpeleset, Barty bisa saja kehilangan statusnya sebagai petenis nomor 1 seperti yang dialami Muguruza. Ketika itu, petenis asal Spanyol tersebut sukses meraih dua gelar grand slam, dan menjadi petenis nomor satu dunia pada 11 September 2017. Taoi, setelah itu dia terus mendapatkan tekanan hingga akhirnya mengalami kemunduran dan sekarang berada di posisi 36 dunia.

Namun, Barty sudah bertekad melanjutkan dominasinya pada musim 2020, termasuk berusaha menjadi juara di Australia Terbuka pada 20 Januari mendatang. Dia membidik rekor sebagai petenis Australia pertama yang memenangkan grand slam di negaranya sejak Chrisitine O’Neil pada 1976.

Karena itu, Barty akan fokus mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum mengikuti grand slam awal tahun tersebut. Salah satunya dengan mengikuti turnamen pemanasan di Brisbane dan Adelaide.

“Saya tidak sabar untuk bermain di depan penonton Australia dan mencoba memberikan segalanya. Saya suka bermain di depan publik Australia dan jelas ini adalah kesempatan bagi kami untuk bermain pada bulan pertama di rumah sendiri,” ucap Barty dilansir Kampusbet Agen Judi Bola.   Kampusbet Agen Judi Bola