Berita Kampus

Berita KampusNASA Buang Bukti Kehidupan Alien di Mars 50 Tahun Lalu?

Eksistensi alien di alam semesta, hingga kini masih menjadi tanda tanya besar.

Namun, laporan terbaru menyebut kalau NASA sebetulnya telah menyimpan bukti keberadaan alien di Planet Mars.

Menurut informasi yang dikutip Agen Bola, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut diketahui telah menghapus bukti kehidupan sang makhluk ekstraterestrial sejak 50 tahun yang lalu.

Laporan mengungkap sekitar era 1970-an, pesawat rover NASA Viking ternyata sudah lebih dulu mendarat di Planet Merah.

Pada saat itu, Viking diduga telah menemukan tanda keberadaan alien, akan tetapi pesawat itu malah membakarnya tanpa jejak.

Informasi ini didasarkan dari bukti pesawat rover NASA, Phoenix Lander, yang berada di tanah Mars 10 tahun lalu.

Kala itu, Phoenix Lander menemukan senyawa racun perklorat yang dicurigai sebagai tanda keberadaan alien.

Perklorat tersebut diyakini juga ditemukan oleh Viking pada 1976 silam. Saat itu, Viking menemukan molekul chlorobenzene yang diproduksi saat senyawa karbon bereaksi dengan perklorat.

Hingga berita ini naik, NASA sendiri hingga tidak mau berkomentar soal penemuan senyawa tersebut.

Pada awal tahun ini, NASA telah mengirim robot baru yang akan didaratkan di Mars. Robot tersebut akan ditugaskan untuk mempelajari asal usul Planet Merah tersebut.

Badan Antariksa Amerika Serikat ini sebetulnya memang sudah melakukan beberapa misi besar penjelajahan Mars.

[ Baca Juga : ” Kendala Utama Produksi Baterai Mobil Listrik di Indonesia ” ]

Namun, berbeda dengan misi terbaru kali ini, robot tersebut akan dilengkapi sejumlah teknologi canggih untuk bisa menyelami permukaan Mars.

Menurut yang dilansir CNBC, Selasa (30/1/2018), misi tersebut bernama Interior Exploration Using Seismic Investigations, Geodesy and Heat Transport atau InSight.

Tugas utamanya adalah meneliti proses pembentukan bebatuan dan komponen alam lain di dalam Mars. Misi ini akan dilangsungkan dari Jet Propulsion Laboratory NASA di Pasadena, California.

“Kami sama sekali belum melihat isi dari Mars. Bahkan tidak bisa melihatnya sampai 1 persen,” kata Sue Smrekar, Deputy Principal Investigator, InSight Education NASA.

“Kami ingin menyelami permukaan Mars, kami ingin bisa melihat 99,9 persen apa yang ada di bawah permukaanya,” ujarnya menambahkan.

Teknik penggalian permukaan Mars sebelumnya sudah dilakukan para astronot di Bulan. Dalam hal ini, robot InSight akan menggunakan lengannya untuk bisa menggali permukaan Mars.

InSight sendiri akan menjadi robot pertama yang akan langsung terjun ke dalam perut Mars.

Ia dibekali dengan berbagai instrumen canggih, seperti seismometer untuk mencatat gelombang seismik, sensor panas untuk bisa menggali isi Mars hingga kedalaman tiga meter, hingga transmisi radio untuk bisa berkomunikasi dengan Bumi.

Sebelumnya, InSight direncanakan akan diluncurkan pada 2017. Namun, peluncuran itu ditunda akibat adanya masalah teknis. Salah satunya adalah ada kebocoran pesawat yang merupakan peralatan penting dalam misi ini.

“Tujuan dari InSight sangat menarik. Oleh sebab itu NASA dan CNES berencana untuk mengatasi tantangan teknis yang mungkin terjadi,” ujar John Grunsfeld, Associate Administrator NASA.

Adapun misi InSight juga melibatkan Badan Antariksa Perancis, Centre National d’Etudes Spatiales dalam proses pembuatan seismometer dan Badan Antariksa Jerman, Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt, yang juga mengembangkan perangkat sensor yang bertugas memeriksa aliran panas.

Rencananya, InSight meluncur pada 5 Mei 2018 dan mendarat di Mars pada 26 November 2018. Jika berhasil, InSight akan menjadi misi kedua setelah rover Curiosity yang ditujukan untuk mempelajari permukaan Mars.