Berita Kampus

Berita Kampus Polisi Gadungan ? Jangan Takut, ini Cirinya!

Memanfaatkan kewenangan bisa dilakukan siapa saja.

Terlebih petugas negara seperti di Kepolisian.

Beberapa oknum masyarakat sengaja memanfaatkan kewenangan yang dimiliki kepolisian untuk melakukan tindakan menguntungkan diri sendiri.

Seperti adanya razia yang dilakukan bukan oleh petugas, dilansir Poker Online.

Petugas gadungan ini memanfaatkan wewenang bahkan dengan merampas motor masyarakat.

Kasatlantas Polres Kota Tangerang, Kompol Ari Satmoko mengakui adanya kejadian tersebut.

“Memang akhir-akhir ini banyak ditemukan orang tak bertanggung jawab mengaku polisi dengan menggunakan seragam dan kelengkapan atribut yang mirip dengan polisi sesungguhnya,” bilang Kompol Ari.

Namun demikian, ada beberapa ciri yang bisa mengindentifikasi polisi yang melakukan razia itu patut diduga gadungan.

Wakasat Lantas Polres Tangerang, AKP Rizqi M. Fadhil memberikan ciri-ciri yang secara kasat mata bisa terlihat apakah seseorang itu patut diduga bukan anggota kepolisian.

[ Baca Juga : ” ‘The Meg’ Menghasilkan $ 45 Juta dari Box Office Amerika Utara ” ]

1. Body Fit

Menurut AKP Rizqi seluruh petugas kepolisian sejak masih dalam pendidikan selalu ditekankan kerapihan.

“Tidak ada anggota kepolisian yang menggunakan baju tidak sesuai dengan ukuran badannya. Biasa kami menyebutnya body fit,” jelas polisi yang pernah bertugas di wilayah Polda Sumatera Barat ini.

Menurut Rizqi, meskipun petugas kepolisian berbadan gemuk pun, pakaian yang dikenakan harus ngepas di badan.

“Tidak kebesaran di bagian perut. Ini menggambarkan kerapihan,” jelasnya.

2. Tanda Atribut/Lambang Yang Tak Salah

Petugas kepolisian selalu dilengkapi dengan atribut atau lambang yang menempel di pakaiannya.

“Misalnya, tanda kepangkatan, badge kesatuan, kopsteken,” sebut Kompol Ari.

Sebagai contoh Kompol Ari menyebutkan pernah ada kasus polisi gadungan menggunakan tanda pangkat dengan keliling list merah.

“Anehnya, si petugas gadungan itu tidak menggunakan mangkok jabatan. Kalau ini terjadi, bisa dipastikan petugas tersebut gadungan,” bilang Ari.

Atau ada juga lambang kopsteken yang terletak di kerah terbalik dalam penggunaannya.

“Yang kanan di pakai di kiri atau sebaliknya. Kalau ditemukan ini patut curiga,” bilang AKP Rizqi.

Kompol Ari menghimbau warga pengguna jalan yang menemukan kejanggalan seperti itu, bisa cari polsek terdekat.

“Atau cari petugas yang berada di lokasi yang terdekat,” bilangnya.