Singing Road

Berita Kampus – Ruas tol Trans Jawa, tepatnya di Km 644+200 B (arah Surabaya-Solo) kini sudah dilengkapi teknologi singing road. Jika pengendara melewati jalan ini dengan kecepatan 80-100 Km/jam, maka akan timbul tangga nada dari lagu Happy Birthday.

Teknologi ini memang bukan hal yang baru lagi. Di Jepang misalnya, singing road sudah didesain sejak tahun 2007. Di Jepang, teknologi ini disebut melody roads, dan sudah terpasang salah satunya di jalanan di Pegunungan Fuji.

Melansir dari laman Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET, teknologi ini memanfaatkan marka jalan yang didesain sedemikian rupa alurnya supaya bisa memancarkan nada gemuruh. Di sini, kendaraan akan berperan layaknya garpu tala.

Lama atau tidaknya tangga nada tersebut berbunyi tentu tergantung pada seberapa jauh jarak alurnya. Sebuah mobil yang bergerak di atasnya akan menghasilkan serangkaian nada tinggi atau rendah, yang memungkinkan perancang untuk menciptakan nada yang berbeda.

Cara Kerja Singing Road

Dan sebagai peringatan kepada pengendara bahwa di jalur itu terdapat singing road, biasanya ada marka jalan bergambar ‘not balok’ yang dilukis di atas permukaan aspal.

Di Indonesia sendiri, sosialisasi penerapan singing road sudah dilakukan sejak akhir 2019 lalu.

Dijelaskan Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) Dwi Winarsa, inovasi singing road dipasang di ruas jalan tol sepanjang 87 kilometer (Km) yang menghubungkan Ngawi hingga Kertosono atau Jalan Tol Ngawi Kertosono Kediri (JNK).

“Singing road ini merupakan marka jalan berupa rumble strip (Pita Penggaduh) yang dipasang di lajur jalan tol tepatnya di Km 644+200 B (arah Surabaya-Solo) yang jika dilewati kendaraan dengan kecepatan 80-100 Km/jam akan menimbulkan bunyi atau nada,” kata Dwi, dikutip dari detikFinance.

Menurut Dwi, saat ini baru ada 6 nada singing road yang berada di lajur cepat Km 644+200 dan bunyi yang ditimbulkan adalah tangga nada dari lagu Happy Birthday.  Kampus Bet Agen Judi Bola SBOBET