Tongdun Technology

Berita Kampus PT Tongdun Technology Indonesia (TDI) membidik penyedia jasa layanan keuangan berbasis teknologi di Indonesia untuk memperbesar bisnisnya di Tanah Air.

Country Advisor TDI Jean Hartawan Reksodiputro mengatakan pertumbuhan layanan keuangan secara digital di Indonesia menjadi kesempatan besar bagi perusahaan untuk terus tumbuh.

Perusahaan yang baru akan melakukan peluncuran secara resmi produk-produknya pada tahun depan ini sudah melayani lebih dari 10 perusahaan terkait dengan penilaian kredit.

“Kami juga menuju perbankan dan multifinance, consumer loan dan yang utama unsecured consumer lending yang elektronik. Tapi paling banyak memang masih dari peer-to-peer [P2P] lending,” katanya pada Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET, Jumat (13/12/2019).

TDI bakal membidik segmentasi pasar dari untuk seluruh pinjaman baik dari konsumtif maupun produktif. Dia mengakui, arahan regulator agar memperbesar pinjaman ke sektor produktif menjadi tantangan bagi perusahaan. Pasalnya, banyak fintech lending yang menyasar pinjaman mikro yang notabene tidak memiliki rekam jejak digital.

“Kami yakin ini menjadi pemecut kami agar lebih memberikan added value yang berbeda. Kami sering lihat bottom 50 juta [UMKM] dongkraknya saya rasa digital, kalau limitasi perbankan dengan regulasi akan selalu sulit,” tuturnya.

Tongdun Technology adalah penyedia layanan manajemen risiko dan pengambilan keputusan pihak ketiga yang berkantor pusat di Hangzhou, Zhejiang. Perusahaan juga telah beroperasi di Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, dan Jakarta.

 

Baca Juga :

Tersandung Kasus, Facebook Tak Lagi Jadi Tempat Kerja Idaman

 

TDI telah tercatat di divisi Inovasi Keuangan Digital (IKD) Otoritas Jasa Keuangan dan tengah melalui masa percobaan dalam kerangka sandbox.

Dalam sandbox OJK, terdapat sekitar 12 fintech yang tergabung dalam cluster credit scoring yang tengah mencatatkan diri di OJK dan dalam proses pendaftaran diri.

Sejauh ini, OJK telah mendorong P2P lending untuk bekerja sama dengan pihak ketiga seperti biro kredit agar pinjaman yang tersalurkan berkualitas baik.

Dalam kesempatan yang sama, TDI mengumumkan kerja sama dengan penyelenggara P2P lending PT Finansial Integrasi Teknologi (PinjamModal). Kolaborasi ini dilandaskan utamanya kepada prinsip kehati-hatian (prudent), mulai dari proses aplikasi kredit. Kerja sama ini guna mempercepat proses dan memperkuat mitigasi risiko.

Co-Founder & CEO PinjamModal Herman Handoko mengatakan kerja sama dengan penyedia jasa credit scoring diharapkan dapat menjaga non performing loan (NPL) yang saat ini mencapai 2,99% per November 2019.

Ke depannya perusahaan akan merambah ke produk pinjaman mikro setelah fokus ke pinjaman konsumtif. Saat ini portofolio pinjaman PinjamModal mencapai Rp41,9 miliar hingga November 2019.

“Profil risiko mikro tidak lalu lebih jelek, malah menurut kami mereka lebih baik dibandingkan dengan yang konsumtif, cuma memang digital footprint mereka tidak ada. Mereka rata-rata transaksinya masih tradisional, jadi kami butuh bantu mendisiplinkan transaksinya.” Kampusbet Agen Judi Bola SBOBET